Bisa saja semua berkata iya, tapi jangan lupakan yang tetap berkehendak adalah Dia "Ka," panggil Dirga seraya melirik ke arah kiri dimana Kalea berada. "Apa?" selagi menyahut, Kalea tak mengalihkan pandangannya pada Akala yang tersenyum lebar. "Liat sini, deh." rengek Dirga manja. Kalea berdecak namun mengalihkan pandangannya pada Dirga. "Apa?" tanya Kalea malas. "Rujuk, yuk, Ka!" kata Dirga mengajak Kalea yang seketika memutar bola matanya bosan. "Ada kalimat lain, nggak sih, Mas?" ucap Kalea setengah kesal, dua puluh menit satu mobil dengan Dirga membuatnya bosan. "Kalau kamu bilang mau, juga nggak bakal ngomong terus," sahut Dirga yang kini tampak serius. Kalea pun terdiam dan sejurus dengan itu mobil berhenti di sebuah perkarangan rumah, tapi rumah yang dituju Kalea itu

