Dirga terbangun, ketika mendengar suara dari luar kamar yang di tempatinya. Ia langsung tersadar dan menatap ke sekelilingnya, kosong. Sejurus kemudian Dirga langsung beranjak keluar kamar. Aroma sedap langsung menyapa indera penciumannya. Buru-buru langkahnya menuju dapur untuk memastikan keberadaan Kalea. Dan ketika matanya menangkap sosok yang dicarinya ia langsung bernapas lega. Dirga tersenyum lebar, inilah momen yang dirindukannya. Kalea memasakkan untuknya. Yang tadi hanya bunga tidur saja. Kaki jenjangnya melangkah untuk mendekati Kalea. Sekali lagi Dirga tersenyum, dan memastikan yang didepannya itu bukan ilusi. Dirga pun memeluk Kalea yang otomatis berjingkat lantaran kaget. "Aku kira kamu bakal kabur," lirih Dirga terdengar sendu. Kalea langsung melepas pelukan Dirga bukan

