"Kamu kira, aku mau rujuk?" kata Dirga menatap Kalea serius. Sedangkan Kalea diam menunduk seperti seorang pembantu yang sedang dimarahi majikannya. Dirga tersenyum miring. "Tapi karena ini paksaan orang tuaku, maka aku mau kita rujuk. Dengan syarat—jika anak yang kamu kandung itu laki-laki maka aku pertahankan pernikahan ini, tapi jika perempuan. Aku mau kita bercerai setelah kamu melahirkannya." Dirga yang merasa tak ada jawaban dari Kalea itu meraih dagunya. "Kamu denger, nggak?!" Kalea tak hanya menangis, ia juga ketakutan melihat Dirga yang seperti itu pun mengangguk cepat. "Ngomong dong! Jangan ngangguk-ngangguk aja." "I-iya." "Bagus." bersamaan dengan itu Dirga melepas tangannya dari dagu Kalea. "Oh, ya. Satu lagi, kalau anaknya perempuan berarti aku yang merawat dia dan

