Kalea baru saja tiba di depan rumah sederhana namun terkesan elegan. Lebih tepatnya rumah saudara sepupunya dari sang bunda. Tanpa membuang waktu, Kalea segera mengetuk pintu untuk mencari keberadaan sang pemilik rumah. "Assalamu’alaikum." Lama belum ada sahutan, Kalea mengulangi untuk mengetuk pintu. "Assalamu’alaikum." "Wa’alaikumussalam." Teriakan itu, masih saja seperti yang dulu-dulu. Begitu pintu tersebut terbuka, si pemilik rumah langsung terkejut dibuatnya. "What! Kalea." Kalea tersenyum dan detik berikutnya ia mendapat pelukan yang erat membuatnya susah bernapas. Sementara yang memeluk Kalea tampak terheran-heran, sebab ia merasa sudah sangat erat memeluk Kalea. Tapi masih saja tetap tak merasa dekat, seperti ada yang mengganjal. "Aliya!" pekik Kalea membuat pelukan m

