Susahnya berdamai itu karena terlalu sibuk dengan memikirkan masa yang telah berlalu "Bunda, ikan lumba-lumba warna apa?" tanya Ayya sembari mencari-cari crayon-nya. "Abu-abu." "Ini apa, Bunda?" tanya Ayya lagi. "Beruang laut." Kalea tampak berpikir. "Kasih warna ungu aja." sambungnya. Begitu seterusnya, Ayya bertanya dan Kalea menjawab. Lalu yang memberi warna tersebut Ayya sendiri. Dengan mendapat arahan, hasil gambar tersebut rapi. Lalu sembari menunggu waktu pulang, Kalea mencoba menghubungi Dirga untuk segera menjeputnya. Namun hingga acara selesai, setengah jam lamanya Kalea menunggu tanggapan Dirga. Kalea sudah berulang kali menelepon Dirga, namun si empu tak kunjung mengangkatnya. Kalea bingung karena Ayya sedari tadi mengeluh—lelah. Kalea sendiri lupa tak membawa dompet

