14. GENGSI

1389 Kata

Peduli apa dengan gengsi, selama menguntungkan kenapa pura-pura menjaga diri   Sore hari, Kalea pulang seusai mengantar Ayya mengaji di TPQ yang berada dekat sekitar rumah orang tua Dirga. Karena sudah lama Ayya absen tidak membaca tulisan arab tersebut. Hanya berjarak tiga rumah jadi Kalea cukup untuk berjalan kaki saja. Sementara Dirga yang baru saja bangun tidur itu merasa bingung, karena rumahnya sepi. Dirga mendengkus. "Kemana perginya mereka?" gumam Dirga. "Harusnya dia berpamitan padaku." Sedetik kemudian ia tersenyum miring. "Peduli apa? Ngapain juga diurusi. Tapi kalau terjadi apa-apa gimana?" "Assalamu’alaikum." Keresahan Dirga terjawab sudah saat mendengar suara uluk salam tersebut. Langsung saja Dirga menghampirinya. "Wa’alaikumsalam." Dirga menatap Kalea dari atas hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN