“Kayaknya yang telepon, Non Chika dari Amerika, Den. Dengar-dengar katanya, Non Chika mau pulang ke Jakarta dalam waktu dekat.” Informasi dari Mbok Ami ini merupakan informasi yang melegakan karena itu bukanlah telepon dari orangnya Dwi Susanto. Tapi, sekaligus merupakan kabar yang meresahkan bagi Demas, ia tau betul bagaimana Chika sangat terobsesi dengannya. Rasanya pikrian mengenai Chika harus diabaikan dulu sejenak, Demas lantas menyusul papanya yang masih berbicara dengan akrabnya melalui sambungan telepon tersebut. Setelah ia melihat Airlangga mematikan sambungan telepon, barulah Demas menyapa papanya. “Pa, gimana kabarnya? Sudah pulang dari Eropa?” tanya Demas sekedar bas abasi. “Hei, jagoan Papa. Sudah dong, kamu tau siapa yang tadi menelpon, Papa?” tanya Airlangga sembari melepa

