Tok Tok Tok Devara yang tengah berbaring dilanda kegalauan yang luar bisa seketika melompat dari ranjanganya. “Iya, sabar,” sahutnya dari dalam. Pintu dibukanya, ternyata ada Jefry yang sedang berdiri dengan tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya. “Kak, ke puncak, yuk,” ajak Jefry. “Puncak? Nggak ah, di rumah aja lebih enak.” Devara lalu kembali berjalan menuju ke ranjangnya masih dengan perasaan yang gundah gulana. “Ya udah, gw bilang ke Kak Rumi, kalo Kak Devara nggak mau,” Jefry langsung membalikkan badannya. “Eh, eh! Tunggu, Rumi? Arumi yang ngajak?” tanya Devara sambil mencegah Jefry. “Iya,” jawab Jefry tidak acuh. Mata Devara seketika berbinar, “Okey, gas!” ucapnya penuh semangat. “Tiga hari, Kak Arumi pengen tiga hari di sana, gw tinggal Kak, gw juga mau siap-siap

