Anjing itu terus saja menggonggong ke arahku. Tatapannya tajam seperti sedang memburu. Aku masih dalam keadaan memegang ranting kayu yang aku bawa tadi. Sekiranya makhluk itu menyerang, aku akan menyerangnya juga membabi buta. Berhadapan dengan hewan buas, aku tidak boleh lengah. Kalaupun dia menyerang aku tidak boleh pasrah begitu saja. Nyawaku bukan hanya punyaku sendiri. Aku akan menjaganya demi anak-anak di rumah yang menungguku pulang. Di hadapanku hewan itu seperti siap menerkam. Kakinya terlihat siap menyerang. Aku kumpulkan tenaga sisa dari perjalanan tadi. Untuk lari itu sangatlah tidak mungkin, karena posisi hewan itu persis di hadapanku. Aku hanya sanggup bertahan mempersiapkan perlawanan bila hewan tersebut menyerang. Pemandangan yang asing sebenarnya. Bukan anjing hutan a

