Linglung

1347 Kata

Anjing itu terus menggonggong ke arahku. Dalam hati masih teringat jelas bagaimana dia mengejar-ngejar aku di Wono Singit. Ingin rasanya aku berbelok mencari jalan alternatif yang lain, tapi karena hari mulai petang aku urungkan niatku tersebut. Dengan terpaksa aku hadapi anjing ini. Tapi kenapa dia di sini? Lalu di mana tuannya? Dari kejauhan aku melihat bayangannya. Orang itu semakin lama semakin mendekat. Dan berdiri tepat di hadapanku. “Apa mau anda?” tanyaku kepada laki-laki berwajah tampan tersebut. Sayangnya kelakuannya tidak setampan wajahnya. “Hahaha ... Sur. Aku tahu semua kesulitanmu dan aku tahu bagaimana cara keluar dari masalahmu. Aku hanya ingin menolongmu,” ucap laki-laki itu sambil tertawa. Terlihat bijak sekali dia bicara padahal kelakuannya amoral. “Dan aku yakin, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN