Lima Puluh Tujuh

1084 Kata

%%% Nasya melongo melihat dua orang seperti preman mengawal seorang wanita berdiri di teras rumahnya. Ketiganya tampak hormat pada Bara. Tak lama kemudian, seorang laki-laki berpakaian rapi berdiri di depan mereka sambil membungkuk hormat pada Bara. "Sesuai pesanan Anda, Pak. Kain, benang dan yang lainnya sudah saya dapatkan," ujar pria berdasi itu. Kini Bara sudah menggulung kemejanya sampai siku. Terlihat lebih santai dan enak dilihat. "Serius? Semua yang ada di list sudah lengkap?" kaget Nasya. "Hmmm... tapi benang warna putihnya kurang satu gulung, Nona. Saya sudah mencari di beberapa toko tapi-" "Cukup!" potong Bara. "Cari lagi sampai dapat!" suruhnya. Nasya melotot kemudian mendorong Bara ke belakang tubuhnya. Kasihan juga empat manusia yang sedari tadi Bara intimidasi dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN