Lima Puluh Lima

1224 Kata

%%% Lembur bukan hal asing lagi bagi Nasya. Sejak project pegawai di butik itu dimulai, Nasya jadi lebih sering terjaga hingga larut. Jika dulu ia berlatih keras untuk menggambar, kini ia mulai menjalani rutinitas yang sangat ia senangi, menjahit. Nasya sudah membeli mesin jahit dua hari lalu. Secara diam-diam tentunya. Karena kalau tidak, pasti Bara akan membelikannya duluan. Dan kini, waktu menunjukkan pukul 22.15, namun Nasya masih asyik dengan kegiatannya. Duduk di belakang mesin jahit sembari mengerjakan desainnya. Sesekali, ia melihat kembali gambarnya. Mengingat-ingat detail yang sebelumnya telah ia cantumkan di gambar itu. "Sudah jam sepuluh lebih. Dilanjut besok saja, Sya," usul Bara. "Sebentar lagi. Aku nggak bisa berhenti kalau sedang menjahit lengan. Atau besok hasilnya ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN