Part 26

1917 Kata

"Bagaimana keadaan nenek?" Begitu keluar dari kamar mandi, dengan masih mengenakan bathrobe, Harris berjalan ke balkon kamarnya dan bertanya, tak jelas entah pada Raffi atau Mario yang berada di sana. Rambutnya masih basah dan sesekali air menetes satu-satu. Saat itu sudah lewat pukul delapan, matahari pagi terasa hangat menerpa wajahnya. Kicau burung-burung terdengar dari arah taman belakang yang dapat terlihat dari balkon kamar Harris. "Tidak apa-apa, hanya shock. Begitu kukatakan bahwa kau hanya demam dan kelelahan, beliau sedikit lega. Sekarang kemungkinan sudah tidur karena efek obat penenang yang kuberikan. Ada Ruby menemani di kamar." Mario menjawab pertanyaan Harris. Ia melihatnya dengan sedikit canggung, seperti akan mengatakan sesuatu tapi kemudian memilih tak jadi mengatakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN