" Loh?" Lena menunjuk aku dan Arkan bergantian, kebingungan kami ada di Amsterdam tepat hari wisuda S2 –nya. " Sorry ya, saya malah datang ke sini." Kataku pada sang Adik, wajahnya biasa – biasa saja melihat kedatangan kami. Dia mengangguk." Kiranya siapa, kata Arkan orang penting dan ternyata calon istrinya juga." " Saya yang memaksa Arkan untuk ketemu kamu, awalnya dia menolak." Lena tertawa pelan." Aku yang enggak bolehin, ada nyokap – bokap soalnya. Malas moodku rusak diacara penting seperti ini, bahasnya pernikahan jika ada dia." Aku menoleh kearah Arkan, dia sibuk sendiri. " Happy graduation, Lena." Ucapku mengulurkan sebuket bunga besar. Beli di Indonesia, bayangkan. Niat sekali aku memberi ucapan spesial pada sang Adik. " Eh, terima kasih." Lena menerima kikuk." Ada apa ya

