Hari ini, Rey yang masih berada di New York, mengajak Alinka pergi ke suatu tempat. Rey ingin membuat perjanjian dengan pujaan hatinya itu. Hal ini dikarenakan, Alinka yang memang menyebalkan. Alinka tampak sudah siap, dandanannya sederhana, tetapi tetap terlihat mewah. Rey tersenyum dari dalam mobil, ketika wanita itu menghampirinya. Alinka tampak berdiam, enggan mengetuk kaca, atau pun memanggil Rey dari luar. Rey turun dari mobilnya, menghampiri Alinka. "Kenapa kau malah berdiam diri seperti itu, Nona?" tanya Rey. Alinka mencebikkan bibirnya. "Kau saja tidak membukakan pintu untukku." "Ah, jadi kau ingin dibukakan pintu?" tanya Rey membuat Alinka memutar bola matanya malas. Rey membukakan pintu mobil untuk Alinka, lalu berujar, "Silakan masuk, Princess tersayang." Alinka mencu

