Dua orang pria paruh baya tengah duduk di sebuah ruangan yang tak terlalu luas. Wajah mereka tampak mengerikan, tak ada senyuman yang terpampang di sana. Wajah keduanya dipenuhi bekas luka yang sudah mulai mengering. "Apa anak buahmu telah berhasil menyimpan kotak ancaman itu di markas mereka?" tanya pria yang mempunyai luka sobek di bagian bibir. "Tentu saja, dia berhasil," jawab pria satunya. "Baguslah kalau begitu." "Ah, ya, Alfred. Lebih baik, kita meneror mereka terus menerus. Agar hidupnya tak tenang, dan menerka-nerka siapa yang telah mengganggu kehidupannya," usul teman Alfred, siapa lagi kalau bukan—Bashan. "Memang tujuanku juga seperti itu," jawab Alfred. Kedua pria itu memang masih hidup, berhasil melarikan diri dari pertempuran di gedung Masstoren. Bukan Alfred dan Ba

