Sebuah Pengakuan Sita mendesis pelan, sembari mengerjapkan mata. Dia menatap sekitarnya dan menemukan tempat asing menjadi pemandangan pertama yang dia dapatkan. Lalu teringat jika dia menginap di rumah baru Jefry. Dia sudah akan menggeliat, meregangkan tubuhnya, ketika sadar, jemari tangan kirinya sedang berada dalam genggaman seseorang. Dia sontak melotot terkejut, hampir melompat dari tidurnya ketika kemudian dengkur halus terdengar di balik punggungnya. Dengan gerakan pelan, dia menoleh ke belakang tanpa melepas genggaman tangan seseorang di jemari tangan kirinya yang terasa hangat. Ketika menoleh, sudut matanya menemukan Jefry sedang tidur miring menghadap dirinya. Kelopak mata lelaki itu tampak tertutup rapat. Sita menggigit bibir bawahnya, kembali menghadap posisi sebelumnya. Di

