Sri datang ke butik Yuni untuk melabraknya karena sudah berani merencanakan pernikahan dengan Ryosuke tanpa persetujuannya. Terlebih, anak nakal itu sudah berani tidur dengan kekasihnya. Sri benar – benar murka terhadap anak perempuannya yang kini menjadi pembangkang. “Selamat datang.”, ujar Irma, sang Receptionist butik, saat Sri memasuki gerai butik itu. “Oh, Ibu Sri, selamat datang.”, ujarnya lagi saat mengetahui orang yang datang adalah ibu dari pemilik butik tempatnya bekerja.” Sri hanya menganggukkan kepalanya tanpa tersenyum untuk membalas ucapan selamat datang dari receptionist itu hingga sang receptionist merasa sedih karena Sri yang terbiasa memperlakukannya dengan sangat baik kini mengacuhkannya. Desti segera bangkit dari kursi meja kerjanya saat melihat Sri berjalan menuju r

