Ada yang berbeda dari suaminya. Setiap hari, sejak malam rahasia menginap berdua itu, hampir selalu Bagas berkutat dengan buku. Biasanya Windi temukan suaminya menerawang jauh, menikmati taman, atau sesekali menyesap sussu dan memantau isi tabletnya. Namun, kini semuanya berubah dari satu kitab ke kitab yang lain. “Apa yang Anda baca?” sapa Windi menyuguhkan segelas sussu dan kue kering untuk suaminya. Bagas tetap pada tulisan di depannya, “Iman adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkannya dengan perbuatan.” “Ya,” sahut Windi tenang. “Hati adalah tempat yang selalu berubah. Karena iman ada di dalam hati, maka iman juga selalu berubah. Bahkan ada doa yang Rasulullah ajarkan untuk minta ketetapan hati. Yaa muqolibal qulub, tsabit qal

