126 🌺

1060 Kata

Bagas damai dalam tidurnya sampai ia terbangun karena tetesan air mata. Tentu saja Bagas terkejut dan limbung melihat istrinya panik, menangis pula. “Astagfirullah!” Ucapan Windi yang pilu menyayat hati. Bagas coba bangkit bertumpu, sayangnya tangan kiri yang refleks ia gunakan. Seketika pula sakitnya terasa. Bagas meringis nyeri, tapi malah istrinya yang sekali lagi bereaksi. “Aku tak apa,” kata Bagas. Windi langsung memeluknya erat. “Jangan buat saya risau, Tuan!” Bagas menghadirkan ketenangan lewat usapan tangannya di punggung sang istri. “Aku hanya tidur.” “Saya bangunkan Anda beberapa kali sampai rasanya takut sendiri,” balas sang istri teredam suaranya. “Saya tersiksa begini!” Bagas baru akan menghamburkan untaian kata menenangkan, tapi mendadak buyar dari kepala semua ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN