Windi masih setengah syok, setengah kecewa mendapatkan tanya beruntun putrinya. Namun, Windi harus jadi pihak yang menjawab, bukan menghindar apalagi meladeni dengan marah. Windi hanya tak suka suaminya membicarakan itu dengan Winda. "Abi bilang, itu tidak apa-apa. Ummi menikah lagi bukan berarti Ummi tidak sayang Abi lagi." Winda jelas-jelas tidak setuju dengan ucapannya sendiri. "Abi juga bilang kalau Allah memberikan seseorang untuk kita lagi, berarti orang baru itu jauh lebih baik daripada Abi. Baik untuk Ummi, untuk Winda dan juga calon adik." Winda mencebik sedih, tak urung air matanya tetap jatuh lagi. "Abi bilang, Allah pasti menggantikan dengan lebih baik. Ummi terlalu baik untuk jodoh yang salah." Windi pun penuh daddanya oleh murka. "Apa lagi yang Abimu bilang?!" Winda mundu

