Berlatih.

1378 Kata
Keesokan harinya. Adam membuat 3 Golem yang terbuat dari tanah yang keras. Ketika Golem itu hancur, Ia akan beregenerasi kembali dengan cepat. Golem itu digerakkan langsung oleh Adam untuk melatih mereka bertiga. Adam pun mengajari mereka cara membuat sebuah s*****a dengan kekuatan milik mereka. Namun, Senjatanya itu harus bisa menghancurkan Golem tersebut hingga hancur dan tidak bisa beregenerasi kembali. Adam ingin mereka membuat s*****a yang akan dijadikan sebagai s*****a andalan mereka. Adam pun memberikan sebuah contoh. Ia menciptakan s*****a berupa Shield yang ia buat dengan kekuatannya. Shield itu bisa digunakan untuk menyerang dan bertahan. Setelah melihat s*****a tersebut. Ken, Dita, dan Aziz langsung bersiap untuk memulai latihannya. Mereka berlatih selama 5 hari penuh tanpa tidur dan istirahat. Setelah mereka berlatih keras, Ken pun membuat sebuah pedang Api dan menghancurkan Golem tersebut hingga tidak bisa beregenerasi kembali. Sedangkan Dita, Ia membuat sebuah panah Air dan menghancurkan Golem tersebut hingga tidak bisa beregenerasi juga. Namun, Golem yang di lawan oleh Aziz sebenarnya juga hancur dan tidak bisa beregenerasi kembali. Akan tetapi, ia tidak mengetahui s*****a apa yang ia miliki. Ia melihat Ken dan Dita memiliki s*****a yang terlihat sangat Keren. Aziz pun tertunduk lemas karena merasa tidak bisa membuat s*****a sekeren mereka berdua. Kemudian, Adam pun datang menghampiri Ken, Dita, dan Aziz. Adam menjelaskan bahwa s*****a yang di milik oleh Aziz adalah sebuah tinju berbentuk seperti Bor yang sangat kuat. Namun, Aziz tidak merasa senang sama sekali. “Kenapa gue harus memiliki kekuatan Angin sih? Gue kan juga pengen punya s*****a keren kayak mereka!” ucap Aziz. Adam pun langsung memberikan 2 buah kipas yang biasa digunakan oleh pedagang sate. Namun, kipas itu adalah s*****a sang pengendali Angin terdahulu. Ia menggunakan s*****a tersebut untuk membuat kekuatan Anginnya semakin kuat. Aziz pun langsung mencoba kipas Angin tersebut. Dan benar saja, ia bisa mendorong seluruh Air Laut hingga menjadi pasang surut. “Ahh begitu doang gue juga bisa”. ucap Dita yang meremehkan Aziz. “DIAM LO GENTONG AIR!”. Teriak Aziz. Dan akhirnya, mereka berdua pun saling bertarung. Keesokan harinya, Adam mengajarkan mereka cara menciptakan sebuah makhluk hidup untuk di jadikan s*****a bertarung. Seperti Golem yang Adam ciptakan dengan kekuatan Bumi miliknya. Ia menjelaskan bahwa mereka hanya perlu membagi kekuatannya kepada makhluk yang akan mereka ciptakan. Tanpa pikir panjang, mereka pun langsung berlatih keras. Hari demi hari pun berlalu. Dita menjadi orang pertama yang bisa menciptakan sebuah makhluk karena bantuan dari Air laut di tepi pantai. Ia menciptakan sebuah Naga Air yang besar dan berhasil membuat Golem itu hancur tanpa bisa beregenerasi kembali. Keesokan harinya, Ken berhasil menciptakan Burung Api seperti Phoenix dengan jumlah yang banyak, ia juga berhasil menghancurkan Golem tersebut tanpa bisa beregenerasi kembali. Sedangkan Aziz, dia juga berhasil menghancurkan Golem tersebut sama seperti Ken dan juga Dita. Namun, tidak ada yang bisa melihat wujud dari makhluk yang ia ciptakan. Aziz pun kembali terlihat frustrasi. Terlebih lagi ia melihat makhluk ciptaan Dita yang terlihat begitu keren baginya. Ia menjadi semakin Iri dengan Dita dan juga Ken. Saat Adam menghampiri mereka bertiga, ia sebenarnya bisa merasakan makhluk yang Aziz ciptakan. Makhluk itu adalah Kuda bersayap seperti Unicorn. Namun, tetap saja makhluk itu tidak terlihat. “KENAPA HIDUP INI TIDAK ADIIIILLLLL”. Teriak Aziz. Latihan terakhir adalah, meningkatkan kekuatan. Mereka disuruh untuk memperkuat kekuatan mereka masing-masing. Namun, Ken di latih secara terpisah oleh Adam. Ia akan di latih langsung oleh Adam di bawah tanah. Saat mereka berada di bawah tanah, ternyata di dalamnya terdapat sebuah tempat yang di penuhi oleh Lava panas. Di sana, Adam menjelaskan bahwa tingkat kekuatan Api itu terlihat dari warnanya. Api merah yang biasa Ken gunakan adalah Api terlemah. Adam menjelaskan bahwa tingkatan Api itu terdiri dari warna merah, kuning, biru, dan yang paling panas adalah Api berwarna putih terang. Ia juga mengatakan bahwa sang pengendali Api terdahulu hanya bisa sampai di Api biru sebelum ia di kalahkan oleh Erwan. Kemudian, Ken pun langsung berlatih dengan di bantu oleh Energy panas yang ada di sekitarnya. Ini adalah latihan terberat, karena mereka di paksa berlatih menggunakan seluruh kekuatan mereka selama berhari-hari tanpa istirahat. Satu minggu kemudian, Mereka akhirnya bisa menciptakan kekuatan baru yang sangat kuat. Ken pun sudah bisa menguasai Api biru. Namun saat ia menunjukkan kekuatan Api putihnya, ia merasakan panas di tangannya untuk pertama kalinya. Ia merasa tangannya seperti terbakar. Dan setelah ia mengeluarkan bola api putih yang besar, tiba-tiba bola Api itu lenyap seketika. Lalu, Ken pun jatuh dan tak sadarkan diri. Dita pun terlihat begitu panik dan segera berlari menuju Ken. Adam dan yang lainnya pun segera membawa Ken ke dalam bangunan batu untuk segera di rawat. Pada malam harinya, Ken sudah kembali tersadar. Di sana iabterkejut melihat Dita yang sedari tadi terus berada di sisinya. Dita menggenggam tangan Ken dan merasa begitu cemas. “Ken? Kamu sudah sadar? Kamu gapapa kan?”. Tanya Dita. “Gapapa kok, Gue cuma kelelahan aja”. Jawab Ken sambil memegang wajah Dita. “Maaf ya sudah bikin lo khawatir”. Ucap Ken kembali. Kemudian, mereka berdua pun keluar dari bangunan tersebut. Di sana, ada Adam dan Aziz yang sedang membakar Ikan untuk makan malam. Ken dan Dita pun segera menghampiri mereka berdua. “Gimana keadaan lo Ken?”. Tanya Aziz. “Aman”. Jawab Ken dengan santai. Adam pun memperingatkan Ken untuk jangan pernah mengeluarkan Api putih itu lebih dari satu kali. Karena itu akan menguras seluruh kekuatan Ken. Ia juga memperingatkan jangan terlalu sering mengeluarkan Api biru. Karena itu bisa membahayakan orang di sekitarnya. Ken pun mengerti dan menerima peringatan dari Adam. Sebenarnya, kondisi Ken masih belum terlalu pulih. Namun karena ia tidak ingin membuat Dita khawatir, ia memaksakan dirinya untuk terlihat baik-baik saja. Kemudian Adam bercerita tentang kejahatan yang pernah Erwan lakukan selama berabad-abad. Setelah ia mengalahkan sang pengendali Air, Angin, dan Api. Ia banyak melakukan kekacauan. Ia juga sempat bekerja sama dengan para penjajah dari negara asing untuk menjajah negara tanah air tercinta. Ia berhasil menghasut dan mengadu domba para Raja agar mereka saling berselisih. Setelah para penjajah berhasil menguasai seluruh negara selama 3 abad, Ia pun mengkhianati para penjajah. Ia menghancurkan penjajah tersebut dan mengusirnya. Ia juga selalu membunuh para reinkarnasi sang pengendali Air, Angin, dan Api sebanyak ratusan kali. Namun seiring jalannya waktu, ia merasa jenuh dan bosan karena terlalu banyak membunuh orang. Ia pun memutuskan untuk mengalahkan orang-orang yang menurut dia adalah orang yang jahat saja. Seperti membunuh para tahanan yang mencoba lari dari penjara, menculik para pedemo yang terlihat provokator, menghancurkan aparat yang menindas orang tak bersalah, dan menghancurkan para pejabat yang terlibat korupsi. Namun, ia tetap tidak bisa merasakan kepuasan. Seiring berjalannya waktu, ia selalu merasa jenuh dan bosan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok wanita yang bisa merubah hidupnya. Wanita tersebut sangat baik, cantik, ramah, dan sangat perhatian terhadap Erwan. Dari ratusan tahun lamanya, untuk pertama kalinya ia merasakan cinta yang begitu tulus dari seseorang. Ia menyadari sesuatu bahwa ia hanya membutuhkan cinta. Selama hidupnya, Erwan sudah banyak menikahi wanita. Akan tetapi, ia tidak pernah menyentuh wanita-wanita tersebut. Bahkan, tidak banyak yang ia bunuh setelah di nikahi oleh Erwan. Ia melakukan pernikahan karena ingin membuat identitas keluarga sebagai tempat persembunyiannya. Namun saat ia bertemu dengan Wanita terakhir itu, dia menjadi begitu luluh. Bahkan untuk pertama kalinya ia mempunyai keturunan bersama wanita tersebut. Namun saat wanita itu sedang mengandung anaknya. Ia pergi meninggalkan sang istri. Ia pergi karena sisi gelap Erwan masih belum hilang. Ia masih ingin membuat kekacauan dan pembunuhan. Ia pun tidak bisa lagi menahan hasratnya tersebut. Maka dari itu ia pergi meninggalkan istri dan anaknya karena tidak ingin menyakiti mereka berdua. “Gimana cara bang Adam bisa mengetahui semua tentang Erwan?”. Tanya Ken. “Selama ia masih menginjakkan kakinya di Bumi ini, saya bisa melihat, mendengar, dan merasakannya dengan kekuatan yang saya miliki”. Jawab Adam. “Terus? Siapa Wanita yang bisa membuat Erwan jatuh cinta?”. Tanya Ken kembali “Wanita tersebut.. adalah... Ibumu.. Eva”. Ken pun sangat terkejut dengan apa yang ia dengar. Ia hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian, Ken pun pergi meninggalkan mereka dan mengurung dirinya di dalam kamar. Saat Dita ingin berlari menyusul Ken, Adam pun menahannya. “Jangan ganggu dia, dia butuh waktu untuk sendiri”. ucap Adam sambil menggenggam lengan Dita.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN