Pada saat mereka sedang berjalan mengitari pulau, Mereka menemukan sebuah bangunan yang terbuat dari batu. Mereka pun langsung bergegas menuju ke bangunan tersebut. Tiba-tiba, Aziz merasakan ada sesuatu yang aneh. Saat Aziz melihat ke langit, ia sangat terkejut karena muncul sebuah batu-batu kecil di langit yang entah dari mana asalnya. Batu-batu itu turun seperti layaknya hujan meteor. Namun, ukurannya sangat kecil sebesar kelereng. Mereka bertiga pun langsung bersiap menggunakan kekuatannya untuk menangkis berbatuan tersebut. Setelah mereka menepis batu-batu itu dengan kekuatan mereka, tiba-tiba muncul sesosok pria muda dari arah bangunan tersebut.
“Jadi kalian lah orangnya? Orang yang selama ini ku tunggu”. Ucap Pria tersebut.
“Lo siapa?”. Tanya Ken
“Perkenalkan. Nama saya Adam. Namun sebelum kenal lebih lanjut, Maafkan saya jika sikap saya kurang sopan kepada kalian”. Kata Adam.
Tiba-tiba, Adam memukul tanah yang ia injak dan menyebabkan sebuah gempa yang begitu dahsyat. Ken, Dita, dan Aziz pun sangat kebingungan atas ulah pria tersebut. Mereka bertiga tetap menjaga posisinya walaupun gempa tersebut mengguncang mereka dengan kencang. Setelah gempa berhenti, Tiba-tiba Adam seperti terisap ke dalam tanah.
“Sekali lagi maaf jika saya kurang sopan, Inilah latihan pertama kalian”. Kata Adam.
Setelah itu, Adam pun masuk ke dalam tanah. Mereka bertiga tampak begitu kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba, terjadi sebuah Tsunami besar setinggi 50 meter yang siap menenggelamkan mereka bertiga. Ken pun terlihat panik karena tidak ada yang bisa ia lakukan dengan Tsunami tersebut. Namun, Dita langsung menggunakan kekuatannya untuk menahan Tsunami besar itu. Akan tetapi karena Tsunami itu sangat lah besar, Dita cukup kesulitan untuk menahan Tsunami sebesar itu. Aziz pun langsung terbang dan berusaha menaklukkan Tsunami tersebut dengan kekuatan Angin miliknya. Dan akhirnya, Tsunami tersebut berhasil mereka taklukkan. Air laut pun terlihat kembali normal. Setelah itu, Aziz terbang kembali untuk mencari keberadaan Adam.
Di satu sisi, Ken tampak sangat kesal dan kecewa pada dirinya sendiri. Ia merasa tidak bisa melakukan apa-apa saat Dita dan Aziz sedang berusaha menaklukkan Tsunami besar tersebut. Dita yang melihat Ken sedang emosi pun berusaha menghibur Ken.
“Sudah, tenang saja. Aku percaya kok jika tadi aku dan Aziz kalah. Kamu pasti akan melakukan segala cara untuk melindungi kami berdua. Kamu kan kuat”. Kata Dita.
“Gue bersumpah akan berlatih sekuat tenaga. Gue bersumpah akan berusaha mati-matian agar menjadi lebih kuat. Demi melindungi lo dan yang lainnya, apapun akan gue lakukan”. ucap Ken sambil memukul sebuah batu besar dengan kekuatannya hingga hancur.
“I trust you, Ken. Good luck”. Kata Dita sambil memeluk Ken.
Setelah itu, Adam kembali muncul dari dalam tanah. Ia pun mengucapkan selamat datang kepada mereka bertiga. Dan mereka bertiga pun di ajak ke dalam sebuah bangunan yang terbuat dari batu dan membiarkan mereka beristirahat di dalam sana.
“Maaf jika tempatnya kecil, Kalian beristirahat lah di sini seharian. Besok, kita akan memulai latihannya”. Kata Adam.
Mereka bertiga pun beristirahat di dalam sana.
Pada malam harinya, Ken keluar dari bangunan tersebut. Di sana, ada Adam yang sedang membakar ikan dengan Api unggunnya. Ken pun langsung menghampiri Adam.
“Bisakah kamu bangunkan yang lain? Hari ini kita makan ikan bakar spesial”. Kata Adam.
Tidak lama kemudian, Dita datang menghampiri Ken dan juga Adam. Ken pun bertanya kepada Dita.
“Aziz mana?”. Tanya Ken.
Namun, Adam lah yang menjawab pertanyaan Ken.
“Dia pasti sedang tidur, Dia sangat kelelahan. Karena pada saat kalian berdua sedang tidur, Aziz menyerang saya dengan kekuatan Anginnya”. Kata Adam.
Ken dan Dita pun terkejut dengan apa yang sudah di perbuat oleh Aziz.
“Si bodoh itu. Apa sih yang ia pikirkan?!” Kata Dita.
“Tolong maafkan perilaku Aziz bang Adam”. Ucap Ken.
“Tidak apa-apa. Anggap saja dia sudah berlatih terlebih dahulu sebelum kalian. Ia lumayan cukup kuat. Tapi kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan Erwan”. Kata Adam.
Ken pun sempat terkejut mendengar nama Erwan. Nama tersebut seperti sangat tidak asing bagi dirinya. Namun, Ken tidak mengingatnya. Ken pun bertanya tentang siapa sosok Erwan. Setelah itu, Adam pun menceritakan semuanya dari awal.
Pada ratusan tahun yang lalu, Adam hidup bersama 4 orang temannya. Dan salah satu dari keempat temannya Adam adalah Erwan. Mereka hidup di suatu Desa kecil yang di pimpin langsung oleh kerajaan. Mereka berlima menjalani hidup seperti biasa hingga tumbuh dewasa.
Dahulu, Erwan sangat dikenal oleh seluruh penduduk Desa. Ia suka sekali membantu orang-orang yang sedang kesulitan. Ia juga selalu berbuat baik pada semua orang. Akan tetapi, anak dari kerajaan di Desa tersebut sangat tidak menyukainya. Karena pada saat itu Erwan di kenal sebagai pria yang sangat tampan, baik, ramah, gagah, dan berwibawa. Hingga ada seorang gadis yang jatuh cinta kepada Erwan. Padahal, sang pangeran sangat menyukai gadis tersebut.
Sang pangeran pun murka. Ia mengutus orang-orang dari luar Desa untuk menghajar Erwan. Namun saat Erwan sedang terjatuh, Adam dan yang lainnya lah yang selalu menolongnya. Mereka berempat sudah berteman dengan Erwan sejak kecil. Mereka lah orang yang paling tahu dan paling mengerti tentang Erwan.
Hingga pada suatu hari, Penjajah dari negara asing datang untuk menjajah Desa tempat Adam dan temannya tinggal. Sang raja beserta seluruh keluarganya pun ikut terbunuh oleh para penjajah. Semua orang yang tidak berdosa pun ikut menjadi korban. Yang masih hidup, di paksa untuk menjadi b***k mereka. Adam dan yang lainnya pun berusaha memberontak. Namun, karena mereka menggunakan s*****a yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, Adam dan yang lainnya pun tidak bisa melawannya. Dan momen yang paling mengenaskan adalah, ketika mereka berlima melihat keluarganya terbunuh tepat di depan mata mereka sendiri. Adam dan yang lainnya hanya bisa berlari, menangis, putus asa, dan juga marah. Dan akhirnya mereka berlari menaiki sebuah gunung. Di sana, mereka bertemu dengan seorang kakek berpakaian serba putih. Mereka semua pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Desa yang mereka tinggali. Mereka juga memohon untuk diberi perlindungan oleh Kakek tersebut.
Setelah bercerita, sang Kakek langsung mengajari Adam dan yang lainnya memperoleh kekuatan. Mereka semua berlatih seperti Puasa 40 hari, bertapa di bawah Air terjun, menahan panas di dalam kawah gunung, dan lain-lain. Mereka semua melakukan latihan berat itu tanpa tidur sama sekali. Mereka semua benar-benar bertekad untuk melakukan balas dendam kepada para penjajah. Dan akhirnya, mereka pun mendapatkan sebuah kekuatan yang diberikan langsung oleh sang Kakek dengan ilmu sihirnya. Mereka berlima mendapatkan kekuatan seperti Adam yang bisa mengendalikan Tanah. Sedangkan Erwan mendapatkan kekuatan mengendalikan listrik. Yang lainnya juga mendapat kekuatan seperti pengendali Api, Air, dan juga Angin. Namun, Risikonya cukup rumit. Karena umur mereka akan seperti terhenti. Mereka tidak akan menua sama sekali. Setelah mendapatkan kekuatan, Mereka semua pun kembali ke Desa untuk melakukan misi balas dendam kepada para penjajah.
Setelah tiba di Desa, Adam, Erwan, dan yang lainnya pun langsung menggunakan kekuatan mereka masing-masing untuk mengalahkan para penjajah. Para penjajah pun langsung musnah dalam sekejap. Namun, di situlah Erwan mulai berubah. Dia mulai terobsesi dengan kekuatannya. Ia tidak kuasa menahan hasrat membunuhnya. Sampai pada akhirnya, Adam mendengar kabar bahwa Kakek yang memberikan mereka kekuatan untuk memusnahkan para penjajah, telah di bunuh oleh Erwan. Tidak hanya itu, Erwan juga membuat kekacauan di luar Desa. Ia bahkan di juluki sebagai Iblis petir oleh seluruh masyarakat dari luar Desa. Adam dan ketiga temannya pun berusaha mati-matian untuk menghentikan Erwan. Setiap harinya selalu terjadi pertarungan yang dahsyat. Namun, Erwan selalu merasa kerepotan ketika melawan sang pengendali Api. Dari antara mereka semua, Sang pengendali Api lah yang memiliki kekuatan yang setara dengan Erwan. Ia juga memiliki jiwa kepemimpinan. Ia selalu berusaha melindungi dan menyelamatkan orang-orang dari serangan Erwan. Ia juga ingin menangkap Erwan hidup-hidup tanpa harus membunuhnya.
Namun pada suatu hari. Erwan meracuni makanan sang pengendali Api, Air, dan juga Angin. Sebenarnya pada saat Adam sedang menyiapkan makanan, Adam merasakan kehadiran Erwan. Karena Adam merasa takut dengan kehadirannya. Ia pun langsung berlari menuju ke tempat sang pengendali Api. Namun, Erwan sudah berhasil meracuni makanan tersebut. Pada saat mereka bersiap untuk makan, Adam pergi mencari buah-buahan segar untuk hidangan pencuci mulut. Setelah Adam kembali membawa banyak buah-buahan, ia pun terkejut karena melihat teman-temannya itu terjatuh dan tidak bisa berdiri karena menahan sakit di perutnya. Tidak lama kemudian, Erwan muncul tepat di hadapan mereka dengan kekuatan listrik miliknya. Adam pun pada saat itu merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pada saat itu, Adam hanya seorang pengecut dan yang paling lemah di antara mereka. Saat Adam memiliki kekuatan pengendali Tanah, ia hanya bisa menggunakannya untuk bertahan dan melarikan diri. Erwan pun menarik paksa sang pengendali Air. Tidak pikir panjang, Erwan langsung menusuk si pengendali Air tepat di hadapan mereka semua. Melihat kejadian itu, Adam pun hanya bisa menangis dan berteriak. Namun, Sang pengendali Api dan Sang pengendali Angin tidak bisa mengontrol kekuatannya. Sang pengendali Angin pun berteriak dan menghancurkan rumah tersebut, Sedangkan sang pengendali Api langsung membakar seluruh Desa. Langit pun berubah menjadi merah. Dan mereka bertiga pun bersumpah, Walaupun mereka akan mati di sini, Mereka tetap akan membunuh Erwan suatu saat nanti. Adam yang menyaksikan teman-temannya mengamuk hanya bisa melarikan diri dengan masuk ke dalam tanah. Ia hanya bisa berlari dan terus berlari sambil menangis. Hingga akhirnya, tanpa ia sadari ia sampai di Pulau Starbuck.
Di sini, ia terus mengintrospeksi diri. Beratus-ratus tahun dia terus berlatih dan menunggu sang reinkarnasi datang. Namun walaupun ia bertambah kuat, penyesalannya tidak akan pernah hilang. Ia sangat menyesal karena waktu itu ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menyesal menjadi seorang pengecut. Ia juga sangat merindukan teman-temannya. Namun, selama beratus-ratus tahun ia hanya sendirian di pulau tersebut. Ia menganggap semua itu adalah karma untuknya. Begitulah ceritanya.
Dari atas bangunan, terlihat ada Aziz yang ternyata sedang mendengarkan semua cerita Adam. Aziz pun langsung turun dan bergabung bersama yang lainnya. Ken yang sudah mendengar semua cerita dari Adam pun semakin bertekad untuk menjadi lebih kuat. Ia pun memegang tangan Dita dengan sangat erat. Ia tidak ingin Dita bernasib sama seperti sang pengendali Air terdahulu. Ia akan melindunginya dengan cara apa pun.