Keesokan harinya, Dita dan Aziz bersiap untuk menunjukkan kekuatan terkuatnya kepada Adam. Namun, Aziz meminta agar Adam menunjukkan kekuatan terkuatnya terlebih dahulu. Adam pun hanya tersenyum dan menyuruh Aziz untuk melihat ke arah Atas. Ternyata, sudah ada meteor besar yang akan menimpa Pulau Starbuck. Meteor tersebut di ciptakan oleh Adam tanpa sepengetahuan Dita dan juga Aziz.
“Coba hentikan meteor itu dengan seluruh kekuatan kalian”. Kata Adam sambil masuk ke dalam tanah dan meninggalkan mereka berdua.
Dita dan Aziz pun bersiap untuk menghancurkan Meteor tersebut dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Tiba-tiba, Ken datang menghampiri mereka berdua. Dita pun senang dan lega melihat Ken yang datang menghampirinya.
“Kalian duduk saja yang manis. Biar gue sendiri yang selesaikan”. Ucap Ken
Kemudian, Ken pun melompat tinggi ke arah meteor dan menghancurkan meteor besar tersebut hingga berkeping-keping dengan kekuatan bola Api putih besar miliknya. Namun setelah menghancurkan meteor tersebut, Ken pun kembali terjatuh lemas karena ia telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya. Adam pun kembali muncul dan menghampiri Ken. Tiba-tiba, karena Aziz juga ingin terlihat kuat, Ia membuat Angin tornado yang sangat besar dengan kedua kipasnya. Angin tornado tersebut benar-benar sangat besar dan kuat. Bahkan saking kuatnya, Tornado tersebut menghancurkan bangunan batu tempat tinggal Adam. Tornado tersebut juga mengubah cuaca menjadi gelap. Di dalam tornado tersebut muncul sebuah kilat petir yang menyambar permukaan tanah. Namun, Adam merasa ada kejanggalan dari petir itu. Ia langsung menyuruh Aziz untuk menghentikan Angin tornado tersebut dan segera berlari ke belakang Adam. Setelah mereka berlari ke belakang Adam. Aziz pun tersungkur lemas karena sudah menggunakan kekuatan besarnya. Tiba-tiba, muncul sesosok Pria yang terlihat tidak asing dari kejauhan.
“Terima kasih wahai pengendali Angin yang bodoh karena sudah membuat sebuah petir di dalam Angin kecilmu itu. Aku jadi tidak perlu repot-repot untuk bisa sampai kesini”. Kata Pria tersebut.
Ternyata, Pria itu adalah Erwan. Mereka semua pun sangat terkejut dengan kedatangan Erwan. Ken yang melihat kemunculan Erwan langsung menembakkan Api merahnya ke arah Erwan dari sisa-sisa kekuatannya yang tinggal sedikit.
“Mau apa kau kesini?!”. Kata Adam.
“Tentu saja, Untuk membunuh kalian semua”. Ucap Erwan sambil mengeluarkan kekuatan Listrik dari tangannya.
Tiba-tiba, Adam membuat ratusan Golem dari tanah dan bersiap untuk menyerang Erwan. Setelah itu, ia menyatukan badannya dengan permukaan tanah dan berubah menjadi Golem raksasa. Kemudian Adam menggenggam Ken, Dita, dan Aziz dengan tangannya yang besar. Lalu, mereka bertiga di lempar oleh Adam dengan sekuat tenaga. Mereka bertiga pun terpental jauh dari Pulau Starbuck.
“Dasar si*lan! Apa yang sudah kau lakukan?!”. Kata Erwan dengan kesal.
“Ini adalah pertarungan kita yang pertama dan terakhir. Aku tidak ingin ada seseorang yang menghalangi pertarungan kita!”. Ucap Adam.
Kemudian, ribuan Golem tersebut langsung menyerang Erwan. Dan terjadilah pertarungan sengit antara mereka berdua.
Ken, Dita, dan Aziz pun sedang melayang tinggi di udara karena lemparan dari Adam. Aziz dan Ken tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka kehabisan kekuatan. Yang masih mempunyai kekuatan penuh hanyalah Dita seorang. Saat mereka akan terjatuh, Dita melihat sebuah perahu kecil kosong yang sedang terapung di tengah lautan luas. Dita pun langsung mengendalikan Air laut tersebut untuk menangkap Ken dan juga Aziz dengan aman. Setelah itu, Dita membuat ombak kecil untuk menggerakkan perahu kecil itu ke arahnya. Dita pun langsung menggunakan kekuatannya untuk membawa mereka ke perahu kecil tersebut. Setelah mereka bertiga berada di dalam perahu kecil itu, Aziz langsung menyuruh Dita menjalankan perahu tersebut ke arah Pulau Starbuck untuk membantu Adam yang sedang melawan Erwan. Namun, Ken menahannya.
“Tidak perlu, Kita kembali ke rumah saja”. Kata Ken.
“APA LO BILANG?! Bang Adam tidak sekuat itu untuk melawan Erwan sendirian! Kalau kalian gak mau, Biar gue sendiri yang kesana!”. Ucap Aziz dengan marah.
“Lo sadar gak sih?! Lo seharusnya paham kenapa Bang Adam melempar kita! Kehadiran kita di sana hanya akan mengganggu dia! Dan ini adalah jalan yang dia pilih untuk menebus Dosa dia di masa lalu! Masa gue harus menjelaskan hal kayak gini ke elo sih?!”. Ucap Ken.
Walaupun Aziz sangat mengkhawatirkan Adam, sedikit demi sedikit Aziz pun mulai mengerti. Dan mereka bertiga pun memutuskan untuk beristirahat sebentar di perahu kecil tersebut sambil mengumpulkan kekuatan untuk kembali ke rumah. Mereka terus memikirkan keadaan Adam. Mereka berharap Adam tidak akan kalah menghadapi Erwan.
“Jangan mati, Bang. Gue masih mau ketemu lo sekali lagi”. Kata Ken dalam hati.
Saat hari sudah mulai gelap, Ken menyuruh Aziz untuk terbang dan pergi ke rumah terlebih dahulu dengan kekuatannya. Sedangkan Ken akan menggunakan kekuatannya untuk menggerakkan perahu tersebut dengan cepat. Setelah Aziz pergi, Ken meminta agar Dita menggunakan kekuatannya untuk menyeimbangkan perahu agar mereka berdua tidak terpental saat perahu tersebut sedang melesat dengan kecepatan penuh. Dan akhirnya, mereka bertiga pun bergerak menuju arah rumah.
Dengan memakan waktu yang cukup lama, Ken dan Dita pun berhasil sampai di daratan. Ia juga sempat di kejar oleh petugas yang menjaga perbatasan antar negara di lautan. Namun, mereka tidak bisa mengejar Ken dan Dita karena perahu yang mereka tumpangi melaju sangat kencang.