Kangen.

702 Kata
Saat tiba di daratan, Ken ingin mengunjungi suatu tempat sebelum ia sampai di rumah. Ia pun langsung memesan Taxi dan langsung pergi ke tempat yang ingin ia kunjungi. Di perjalanan, Ken terus mengingat perkataan Adam. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Erwan adalah Ayah kandungnya. Ia sangat ingin menghancurkan Erwan. Ia sangat ingin membalas semua perbuatannya karena sudah meninggalkan sang Ibu di saat ia sedang mengandung Ken. Ia tidak akan pernah menganggap Erwan sebagai ayahnya. Ken sangat kesal, marah, namun ia juga sangat sedih karena mengingat bahwa ibunya telah memilih pria yang salah. Ken merasa bahwa Erwan adalah satu-satunya orang yang menghancurkan kebahagiaan ibunya. Ken benar-benar sangat membenci dirinya. Dita yang berada di sebelahnya pun tidak bisa berkata-kata, karena terlihat dari wajah Ken bahwa emosinya saat ini sedang kacau. Ia hanya bisa terdiam dan merasa kesal pada dirinya sendiri. Ia merasa tidak berguna bagi Ken, padahal Ken selalu bisa membuat dirinya tersenyum dan melupakan segala kesedihannya. Akhirnya, Mereka berdua sampai di tempat tujuan. Dita pun tampak terkejut karena tempat yang ingin Ken kunjungi adalah tempat pemakaman. Di hari yang sudah sangat gelap, Ada satu cahaya lampu yang sedang menyinari satu pemakaman. Dan itu adalah makam Ibunda Ken. Lalu, Ken pun menghampiri makam sang ibu dan memegang batu nisannya. “Maafin Ken mah, Sudah hampir 14 tahun lamanya sejak kita terpisah, Ken baru bisa datang kesini. Alasan Ken gak pernah datang karena Ken merasa mama selalu ada di sisi Ken. Itu juga alasan kenapa Ken tidak pernah memikirkan mama. Dan Ken juga masih merasa kalau suatu saat nanti mama akan pulang ke rumah. Akan tetapi semakin Ken tumbuh dewasa, Ken semakin mengerti bahwa mama tidak akan pernah kembali lagi. Mamah sudah melewati masa-masa kehidupan yang begitu sulit. Semoga mamah sekarang berada di tempat yang nyaman dan bahagia di sana. Maaf karena Ken pernah menjadi anak yang nakal. Ken suka berbuat usil di sekolah, Ken juga suka berantem sama orang lain, dan Ken juga banyak merepotkan Tante Nisa dan Dr. Ali. Waktu mamah meninggal, Ken tidak pernah menangis sama sekali. Karena pada saat Ken masih kecil, Ken masih percaya bahwa Mamah hanya pergi untuk sementara. Suatu saat nanti Mama pasti pulang. Dan sekarang Ken sudah dewasa. Ken juga sudah menerima kenyataan bahwa mama tidak akan pernah kembali lagi. Apakah sekarang Ken sudah boleh menangis?”. Tanya Ken sambil tersenyum. Dita yang melihat dan mendengar perkataan Ken tidak kuasa menahan Air matanya. Kemudian, ia pun memeluk Ken dengan erat. “Aku mohon menangis lah. Kamu gak perlu menahannya lagi. Disini masih ada aku yang akan selalu ada di sisi kamu. Seperti kamu yang selalu ada di sisi aku”. Ucap Dita sambil memeluk Ken. “Maaf ya Dita, Untuk kali ini aja”. Kata Ken. Ken pun memeluk Dita dengan sangat erat sambil menangis dengan kencang. Ia luapkan semua emosinya dan menghabiskan semua Air matanya di malam itu juga. Setelah selesai berziarah, Ken dan Dita pun kembali ke Rumah. Di perjalanan, Dita selalu merangkul tangan Ken dan tidak pernah melepaskannya. Kesedihan yang di alami oleh Ken membuat Dita semakin ingin terus berada di sisinya. Ia tidak kuat membayangkan betapa menyakitkannya Ken menahan semua beban itu selama bertahun tahun. Terlebih lagi Ken tidak pernah menunjukkan sisi sedihnya saat ia sedang bersama Dita. Sebelumnya, Dita hanya mengenal Ken sebagai sosok pendiam, dingin, dan hanya tersenyum saat Ken sedang bersamanya saja. Namun, sekarang Dita sudah semakin tahu semua tentang Ken. Hari pun sudah mulai terang. Mereka berdua pun sudah sampai di rumah. Saat Ken membuka pintu rumah, Ken dan Dita terkejut melihat Aziz, Jane, dan Nadya sedang duduk di lantai sambil memandangi foto besar yang ada di tembok rumah Ken. Foto tersebut di ambil waktu mereka berlima mengunjungi sebuah tempat wisata. Ken dan Dita pun ikut duduk bersama mereka dan memandangi foto tersebut. “Lihat lah ma, sekarang Ken sudah punya teman-teman yang baik. Apakah mama senang melihatnya?”. ucap Ken dalam hati. Jane yang menyadari kedatangan Ken pun langsung memeluk Ken dengan erat. “Selamat datang kak. Jane kangen banget sama kakak”. Ucap Jane. “Istirahat lah yang cukup, Karena kedepannya kita akan menghadapi hal yang berat”. Kata Aziz. Dan akhirnya, mereka semua pun beristirahat dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN