Keesokan harinya saat pulang sekolah, Ken mengajak Dita untuk datang ke rumahnya. Ken ingin memberitahukan kejadian kemarin kepada Dita. Saat mereka tiba di rumah, Dita terkejut melihat ada Aziz di rumah Ken. Dita pun berkata.
“Kenapa si bodoh ini ada di rumah lo?”. Tanya Dita sambil menunjuk Aziz.
“Apa lo bilang?! Dasar wanita anti sosial!”. Ucap Aziz dengan nada yang kesal
Ken pun mengajak mereka bertiga ke halaman belakang rumah. Di sana, Ken menyuruh Dita untuk menunjukkan kekuatannya. Tidak pikir panjang, Dita langsung mengeluarkan serangan Air dari tangannya dan menyerang Aziz hingga membuatnya terpental jauh dan membentur tembok rumah Ken.
“Apa yang lo lakukan dasar wanita si*lan!” ucap Aziz yang sangat terkejut akan serangan Dita.
Ken pun menjelaskan kepada Aziz bahwa Dita adalah pengendali Air. Ia juga memberitahu bahwa Dita juga pernah diserang oleh Pria listrik tersebut. Setelah itu, mereka bertiga pun berdiskusi untuk mencari cara mengalahkan si pengendali Listrik. Ken sempat memberitahu Dita bahwa Aziz adalah pengendali Angin. Namun, Dita tidak terkejut mendengarnya.
Saat di sekolah, secara tidak sengaja Dita pernah melihat Aziz sedang terbang di udara hanya untuk mengintip para Wanita yang sedang berganti pakaian di dalam kelas. Ken dan Jane yang mendengar perkataan Dita langsung menatap Aziz dengan tatapan yang sangat sinis. Aziz pun tidak bisa berkata apa-apa karena yang dikatakan Dita itu benar. Setelah berdiskusi, Mereka bertiga pun sepakat untuk menyelesaikan sekolahnya dahulu sambil mencari cara untuk menuju Pulau Starbuck dan bertemu dengan seseorang yang disebutkan oleh Pria listrik tersebut.
Keesokan harinya, mereka kembali menjalani kehidupan di sekolah seperti biasa. Mereka bertiga pun terlihat jadi sering bersama. Walaupun Aziz dan Dita terlihat sering bertengkar.
Saat di rumah, Ken dan Aziz jadi sering menggunakan waktunya untuk berlatih. Mereka juga sering melakukan sebuah pertarungan untuk menguji kekuatan mereka masing-masing. Dita dan Jane pun ikut menyaksikan mereka berlatih. Namun, saat itu Dita hanya ingin fokus ke sekolahnya saja dan tidak ikut berlatih bersama Ken dan juga Aziz. Jane pun merasa sangat senang karena sekarang suasana di rumah jadi terasa ramai. Ia juga bersyukur tidak melihat Ken yang suka murung dan suka menyendiri kembali.
Tahun demi tahun pun berlalu. Saat ini, Dita dan Aziz sedang merayakan kelulusan mereka disekolahnya. Namun, Ken lebih memilih untuk berada di sebuah rooftop sekolah dan tidak ikut kumpul bersama teman-teman yang lainnya. Sejak dulu, Ken sangat tidak menyukai saat teman-teman disekolahnya datang bersama keluarga mereka masing-masing. Nisa, Dr. Ali dan Jane sempat datang menemani Ken ke Sekolah dan berfoto bersama. Namun, Mereka hanya bisa menemani Ken sebentar saja karena ada urusan pekerjaan. Sedangkan Jane, ia harus kembali dan melanjutkan sekolahnya.
Dita dan Aziz pun pergi mencari Ken. Mereka berdua juga sudah mencoba menghubungi ponsel milik Ken. Namun, Ken tidak pernah menjawab panggilan tersebut. Lalu, Dita pergi menuju kelas dan terpaksa menyalakan korek Api untuk memanggil Ken. Sadar akan panggilan tersebut, Ken langsung datang menghampiri Dita dengan kekuatannya. Namun, Ken sedikit kecewa karena Dita menyalakan Api tersebut hanya karena ingin bertemu dengan Ken.
“Lo kemana aja? Gue cari lo dari tadi kok gak ada?”. Tanya Dita.
“Gue ada di Rooftop”. Jawab Ken
“Gue cari lo cuma pengen bilang terima kasih. Selama disekolah ini, Lo sudah merubah hidup gue, Lo juga selalu ada di saat gue dalam kondisi apa pun, Lo gak pernah berhenti untuk membantu gue juga. Hari-hari gue disekolah sangat menyenangkan ketika ada lo di sisi gue. Terima kasih... Ken” ucap Dita.
Ken pun hanya tersenyum mendengarkan perkataan Dita. Tiba-tiba, ponsel Dita pun berbunyi. Dita diberitahu sang Kakak untuk segera pulang. Karena Kakaknya harus segera kembali ke Desa untuk bertemu orang tuanya dan memberitahu kabar tentang Dita. Dan Dita pun langsung bersiap untuk meninggalkan Ken. Namun sebelum pergi, Dita bertanya kepada Ken.
“Oh iya Ken. Orang tua lo di mana?”. Tanya Dita
Ken pun hanya terdiam membisu mendengar pertanyaan dari Dita. Setelah itu, Ken memegang kepala Dita dan berkata.
“Kakak lo lagi nungguin tuh. Susul gih”.
Kemudian dalam sekejap, Ken pun kembali menghilang. Dita pun terlihat tampak kebingungan, Karena yang ia tahu adalah ibu Nisa dan Dr. Ali adalah orang tua dari Ken, sedangkan Jane adalah Adiknya. Dita bertanya seperti itu karena ingin bertemu dengan mereka semua. Namun, Ken tidak menjawabnya dan pergi begitu saja.