Persiapan.

1338 Kata
Hari demi hari pun berlalu. Aziz pada saat itu sudah menemukan letak Pulau Starbuck melalui internet. Mereka bertiga pun berdiskusi dan membicarakan tanggal keberangkatannya. Namun, tidak ada cara untuk bisa sampai ke sana, karena tidak ada transportasi kendaraan yang bisa menuju ke sana. Yang bisa menuju ke sana hanya Aziz seorang, karena hanya dia saja yang bisa terbang dengan kecepatan Angin yang luar biasa. Dan akhirnya mereka pun mencari cara agar bisa terbang bersama. Di tengah-tengah diskusi, Jane pun datang menghampiri mereka bertiga. Lalu ia menunjukkan sebuah gambar balon udara kepada Ken. “Gimana Kak? Gambar ku bagus kan?”. ucap Jane sambil menunjukkan gambarnya. Lalu, tiba-tiba Ken mendapatkan sebuah Ide. “Sepertinya, Gue akan membuat balon udara”. ucap Ken “Emangnya lo bisa? Terus bagaimana cara menerbangkannya? Apa nanti kita bisa sampai di sana dengan selamat? Jaraknya jauh loh”. Tanya Aziz “Ya, Gue akan menerbangkannya dengan kekuatan Api gue serta bantuan dari kekuatan Angin dari lo untuk mengarahkan balon udaranya nanti”. Jawab Ken. Kemudian, Ken menjelaskan cara menerbangkan dan mengatur balon udara tersebut. Aziz dan Dita pun terkesima dengan ide brilian dari Ken. Dan akhirnya, mereka bertiga pun sepakat untuk membuat sebuah Balon Udara. Lalu, mereka bertiga langsung segera mengatur tanggal keberangkatannya. Namun, Jane terlihat sangat sedih karena ia tahu mereka akan meninggalkannya. Ken pun menyadari itu dan langsung berkata kepada Jane. “Mau ikut?”. Tanya Ken kepada Jane. “Mau”. Jawab Jane dengan nada sedih “Ya asalkan tidak merepotkan kita nanti”. ucap Ken. Jane pun langsung melompat ke badan Ken. “Makasih kak. Aku janji tidak akan merepotkan kakak”. Kata Jane yang tampak kegirangan. Keesokan harinya, Kane dan Dita pun pergi membeli beberapa peralatan untuk membuat bagian Basket dan Burner. Sedangkan Aziz mencari Envelope nya. ·                 Basket : Tempat untuk penumpang naik. ·                 Burner : Sesuai dengan namanya, burner berbentuk seperti kompor yang mengeluarkan api. ·                 Envelope : Bagian balon udara yang mengembang atau yang berbentuk seperti balon Setelah mereka berhasil mendapatkan semua perlengkapan untuk membuat Balon udara. Mereka pun langsung segera membuatnya. Mereka menghabiskan waktu selama berhari-hari untuk membuat Balon udara tersebut. Akan tetapi, waktu menjadi terasa sangat singkat karena mereka membuatnya dengan penuh canda dan tawa. Lalu setelah beberapa hari kemudian, Balon udara itu pun sudah jadi dan siap untuk di terbangkan. Keesokan harinya, Aziz memberi tahu Ken dan Dita untuk tidak perlu terburu-buru berangkat menuju Pulau Starbuck. Ia sengaja mencari-cari alasan karena sebelum berangkat, Ia ingin mengajak Nadya pergi ke suatu tempat dan menyatakan perasaannya. Namun, Dita menyadari itu. “Halah, Bilang aja lo takut kangen sama Nadya”. Kata Dita dengan nada yang judes. “Berisik! Wanita anti sosial kayak lo mana ngerti!” ucap Aziz yang begitu malu. Lalu, Ken pun memberikan sebuah usul. “Bagaimana, Kalau kita berlima pergi ke tempat wisata? Ya anggap aja refreshing sebelum berangkat”. ucap Ken. Dan akhirnya mereka sepakat untuk pergi ke tempat wisata besok. Setelah itu, Aziz tidak sengaja melihat tembok besar di rumah Ken yang tampak polos tanpa adanya satu pun hiasan. Ia memberi saran untuk membuat sebuah foto mereka berlima ketika nanti sudah di tempat wisata. Kemudian, foto tersebut di pajang di tembok itu dengan ukuran yang sangat besar sebagai kenang-kenangan. Dan Ken pun menyetujuinya. Keesokan harinya. Ken, Dita, Jane, Aziz, dan Nadya tiba di sebuah tempat wisata. Mereka semua menikmati perjalanan menuju kebun binatang, museum, dan sebuah taman. Ken juga sempat memetik sebuah bunga kecil yang ada di Taman. Kemudian. bunga itu ia selipkan di telinga Dita. Pada sore harinya, mereka semua tiba di sebuah tempat wahana bermain. Mereka berlima pun langsung berfoto bersama di depan gerbang masuk tempat itu. Dan hasilnya nanti akan di cetak dan di tempel di tembok rumah Ken sebagai kenang-kenangan. Setelah foto bersama, Aziz mengajak Nadya menaiki sebuah wahana yang menurut Aziz adalah wahana yang romantis untuk mereka berdua. Nadya pun mengiyakan ajakan Aziz dan Aziz tampak terlihat sangat senang. Namun, kesenangannya itu hanya sesaat. Karena Nadya juga mengajak Jane untuk menemaninya. Dan mereka bertiga juga berpisah dengan Ken dan juga Dita. Di satu sisi, Ken mengajak Dita untuk menaiki wahana Roller Coaster. Sebenarnya Dita sangat takut menaiki wahana tersebut. Namun karena Ken yang mengajaknya, ia harus memberanikan diri untuk menaiki wahana tersebut. Saat mereka berdua menuju tempat itu, Tiba-tiba Dita menggenggam tangan Ken begitu keras. Ken pun terkejut karena ini adalah genggaman tangan pertamanya selama ia mengenal Dita. Namun, Saat Ken melihat wajah Dita, Ia menyadari bahwa Dita sebenarnya tidak ingin menaiki wahana tersebut. Ken pun langsung berhenti dan berkata. “Bagaimana kalau kita cari tempat makan saja?”. Tanya Ken “Loh? Kok tiba-tiba berubah pikiran?”. Tanya Dita kembali “Gapapa, Gue tau lo gak suka tempat itu”. Jawab Ken “Maaf..” ucap Dita yang merasa bersalah. “Yaudah, Kita cari makan aja. Tapi... Jangan lepas genggamannya ya”. Kata Ken Dita pun langsung tersenyum malu dan mengatakan “Iya”. Hari pun sudah mulai gelap. Setelah mereka berdua selesai makan, Dita tidak sengaja melihat wahana Bianglala. Dia sebenarnya ingin menaiki itu, Hanya saja ia takut untuk mengatakannya kepada Ken. Ia takut Ken tidak menyukai wahana tersebut. Namun, Ken kembali menyadari bahwa Dita ingin menaiki wahana tersebut karena Dita selalu melihatnya. “Yuk naik itu?”. ucap Ken Dita pun terkejut karena Ken yang selalu bisa langsung mengetahui apa pun yang ia inginkan. Dita pun tidak bisa menahan senyumnya. Setelah melihat Dita tersenyum, Ken pun berkata. “Teruslah tersenyum”. “Kenapa gitu?”. Tanya Dita “Because, your smile give me energy”. Dita pun tersipu malu dan tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian, Mereka berdua pun menaiki Bianglala besar itu. Di sana, Dita merasa sangat senang dan merasa sangat nyaman berduaan bersama Ken. Dita pun merangkul tangan Ken dan bersandar di bahu Ken layaknya seperti sepasang kekasih. Namun, karena Ken tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, dan ia juga tidak pernah merasakan perasaan yang membuat hatinya berdebar seperti saat ini, ia lebih memilih untuk menikmati suasana berdua bersama Dita. Setidaknya, Ken merasa bahwa Dita akan selalu aman dan nyaman ketika sedang bersamanya. Setelah selesai dari Bianglala, mereka berdua berpapasan dengan Aziz dan yang lainnya. Terlihat wajah Jane di sana yang tampak sangat ceria karena dibelikan banyak makanan dan mainan oleh Nadya. Namun, Aziz terlihat sangat murung dan kesal karena tidak sempat mengutarakan perasaannya kepada Nadya. Ia tidak bisa mengutarakan perasaannya karena Jane selalu merusak suasana. Dan akhirnya, Aziz gagal mengutarakan perasaannya dan mereka semua pun kembali pulang ke rumah. Keesokan harinya, Ibu Nisa datang ke rumah Ken. Hari ini ia ingin mengajak Ken pergi liburan ke luar kota. Namun karena hari ini adalah hari keberangkatannya menuju Pulau Starbuck, Ken pun menolaknya secara sopan. Kemudian, Ibu Nisa mengajak Jane untuk ikut bersamanya. Jane pun tampak kebingungan karena di satu sisi, ia ingin ikut bersama Ken pergi ke pulau Starbuck. Akan tetapi, Ken membujuk Jane supaya ia ikut keluarga Dr. Ali liburan keluar kota. Karena jika ia ikut dengan Ken, Itu akan menjadi perjalanan yang membosankan untuk Jane. Dan akhirnya, Jane pun memutuskan untuk ikut Ibu Nisa dengan satu syarat. Setelah pulang nanti, Ken harus menemaninya seharian penuh. Ken pun mengerti dan menerima persyaratan itu. Setelah itu, Ibu Nisa pun berpamitan dan membawa Jane pergi liburan ke luar kota bersamanya. Kemudian, Aziz dan Dita datang menghampiri Ken untuk membicarakan waktu keberangkatannya. Mereka memutuskan untuk berangkat pada malam hari, agar orang lain tidak ada yang tahu bahwa mereka akan menerbangkan Balon Udara. Ken pun langsung menyetujuinya dan segera bergegas mempersiapkan barang keperluan untuk di perjalanan. Pada malam harinya, Mereka sudah mempersiapkan barang-barangnya dan langsung di letakan di dalam Basket Balon Udara. Kemudian, mereka pun menaiki Balon Udara tersebut dan bersiap untuk berangkat. Setelah itu, Ken langsung menyalakan Api di dalam Burner dengan kekuatannya agar Api itu bisa di kontrol oleh Ken sesukanya. Akhirnya, mereka bertiga pun terbang menuju Pulau Starbuck. Aziz pun bersiap untuk menggerakkan Balon Udara tersebut dengan kekuatan Angin miliknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN