Prolog
Sejak kecil, Sachiko selalu menyukai tokoh kartun princess Cinderella bahkan dia bercita-cita memiliki pacar seperti pangeran dalam kisah itu yang mencintainya dan menjadikannya perempuan paling beruntung di dunia.
Awalnya ia merasa pangeran impiannya adalah Rafael, anak dari sahabat papanya itu. Namun seiring bertambah usia, sikap protektif dan posesif Rafael justru dirasa terlalu berlebihan bagi Sachiko. Ia merasa perasaannya selama ini pada Raf hanyalah sikap konyol sisi kekanakkan dirinya yang mendambakan seorang pangeran. Sejak itu Saci menghindar dan meluapkan kemarahannya pada Rafael agar jangan pernah mengganggunya lagi.
Di masa SMA, Saci mendapati lagi sosok seorang pangeran dalam diri seorang Gian yang sudah menyukainya sejak awal mereka bertemu di sekolah dulu bahkan rela menunggunya sampai Saci siap untuk berpacaran. Gian bahkan berani menghadapi sikap tidak suka yang diperlihatkan Tommy, papa Saci. Meski Tommy menolak lamaran Revan, sahabatnya untuk menikahkan Saci dengan Rafael bukan berarti Tommy menyetujui hubungan Saci dengan Gian.
Rafael adalah seorang pengusaha yang mewarisi beberapa perusahaan di bawah dua nama besar keluarga Satrianagara dan Mahendra. Bisnis Klub malam elit, perhotelan, jasa keamanan, Resort dan Mall juga beberapa bisnis lain di bawah naungan perusahaan besar itu. Papanya adalah Revan Satrianagara dam mamanya adalah Erika Mahendra. Sebagai salah satu dari pewaris dua perusahaan, Rafael tidak menjadikan nama besar itu untuk memenuhi semua ambisinya. Dia justru membuktikan dengan menaikan levelnya sebagai pria sejati dengan menambah ilmu ke negeri kangguru. Selain itu, Rafael memiliki tujuan lain yaitu demi menjadikan dirinya layak untuk gadis yang sudah ia pilih menjadi pasangan hidupnya sejak remaja.
Sekembalinya dari Australia, Rafael justru mendapatkan penolakan lagi dari Sachiko. Gadis itu lebih memilih Gian sebagai pacarnya bahkan membenci Rafael karena sikapnya yang suka memaksakan kehendak. Sampai sebuah kejadian buruk menimpa Sachiko, ia dijebak dan membuatnya harus menyerahkan kehormatannya pada Rafael.
“Dia sudah melakukan perbuatan kotor demi bisa memiliki kamu, Saci. Jangan buta karena rayuannya, dia itu bukan lelaki baik-baik!”
“Apa bedanya sama kamu! Semalam yang membuatku seperti sekarang siapa kalau bukan kamu hah! Jangan mengatai orang lain kotor kalau kamu sendiri sama kotornya, sok jadi pahlawan padahal sama saja bobroknya. Memang pantas kamu dijuluki Joker, bahkan kamu lebih menyeramkan dari musuh si Batman!”
Rafael menatap sinis pada gadis di hadapannya itu dengan nafas terengah.
“Tapi kamu harus tahu, seorang Joker sekalipun memiliki hati.”
Bagi Sachiko, pernikahan impiannya hancur oleh kenyataan pahit yang membuatnya terpaksa menikahi Rafael. Di tengah perjalanan rumah tangga mereka, Sachiko mendapati kenyataan pahit bahwa Rafael memiliki seorang anak saat di Australia dulu.
Akan seperti apakah pernikahan tanpa cinta Sachiko dan Rafael? Mengapa Gian berkeras untuk tetap menjadikan Sachiko istrinya meski gadis itu sudah jadi milik orang lain? Apa rencana Rafael menikahi Saci kalau ternyata dia sendiri sudah memiliki anak dari perempuan lain?
Semua itu akan terjawab perlahan melalui penyelidiki Rafael, si Joker yang pintar menyembunyikan fakta mencengangkan di balik senyuman ramahnya itu.
Cinta, terkadang tidak selalu mulus. Butuh waktu untuk memperjuangkannya dan akan terasa panjang ketika hanya satu pihak yang mengusahakan cinta itu untuk tumbuh.