BAB 9

1339 Kata
setelah ujian clara selesai, clara dan sintia menunggu hasil yang akan di berikan oleh dosen pembimbing mereka. dan tentunya clara dan sintia yakin kalau mereka pasti akan lulus dan bisa segera wisuda minggu depan. disaat clara dan sintia menunggu hasil ujian mereka. ponsel clara bergetar,yaa itu karena clara memberikan mode getar pada ponselnya karena dia sedang ujian. clara melihat siapa yang menelponnya,dia berfikir bahwa orang tuanya yang menelpon, tapi ternyata nomer baru yang clara tidak mengenalnya. sintia bingung melihat clara yang terus melihat ponselnya yang bergetar,namun tidak dia angkat. " woiii,,, itu ponsel kenapa lo liatain aja?, emang lo pikir dia bisa ngangkat telponnya sendiri?!". "nomer baru, gw gak kenal". "ya makanya lo angkat supaya lo tau siapa yang nelpon lo, bukannya malah di liatin muluk, emang dia bisa ngomong sendiri dan ngasih tau lo,siapa namanya?, heran gw". "ishhh,,,, paan sih lo, ya lo tau kan gw paling gak suka ada nomer baru nelpon gw". "ya,,iya,,,, tapi coba aja lo angkat,siapa tau penting,orang sampek tiga kali noh nelpon lo, berarti penting". oohhh, atau jangan-jangan pinj*l!, lo ada ngajuin pinj*l ya?!. ya ampun clara!!". clara yang mendengar ucapan sintia merasa kesal dan segera menutup mulut sintia. karena sintia berbicara dengan nada yang keras, yang membuat semua orang di koridor kampus itu melihat mereka. "isshhhh,,, lo apa-apaan sih!!?, bikin malu aja !!, lo bisa ngecilin suara lo gak sih hah!!. ya kali gw ngajuin pin*l,kurang kerjaan banget gw". "ya makanya angkat buruan, lama-lama kesel juga gw, gw aja sini yang angkat, buat mastiin siapa yang nelpon lo itu!". kemudian sintia langsung mengambil ponsel clara dan mengangkat telpon itu. " halo, benar dengan clara anastasia?". "iya benar, tapi saya temannya, kenapa ya pak? apa teman saya ngajuin pinj*l sama bapak?, makanya bapak nelpon teman saya terus sampai tiga kali?". clara langsung merebut ponselnya, karena sintia menanyakan hal yang k*ny*l pada orang di sebrang sana. "emmmm maaf, saya clara, ada apa ya menelpon saya?, dan anda siapa ya?". "perkenalkan, saya bimo. saya adalah HRD di Perusahaan PT Davidson Group. saya menghubungi mba, karena saya ingin menginformasikan kepada mba clara untuk datang ke Perusahaan Davidson Group dengan membawa surat lamaran lengkap dengan pakaian formal,untuk melangsungkan wawancara di Perusahaan kami". clara hanya terdiam, karena dia merasa syok dengan apa yang orang di sebrang telponnya katakan. impian clara untuk bekerja di Davidson Group memang menjadi mimpinya,dan dia berpikir,dia harus dengan susah payah untuk memasukan lamarannya ke Perusahaan itu, tapi ternyata dari pihak Perusahaan itu sendiri yang langsung menelponnya,dan langsung memintanya untuk datang melakukan wawancara. "halo, bagaimana mba clara?, apakah mbanya besok bisa datang ke Perusahaan kami?". orang di sebrang telpon menanyakan kembali kepada clara, karena tiba-tiba clara tidak bersuara. "e,,,emmm, i,-iya mas, i-ini benar dari pihak PT Davidson Group?". clara memastikan kembali pada orang yang menelponnya sat ini, takutnya malah penipuan yang justru malah akan menculik clara. "iya benar, saya HRD di PT Davidson Group,dan meminta mba clara untuk datang melakukan sesi wawancara. apakah mba clara bersedia?, jika bersedia, silahkan untuk datang besok pagi jam sembilan,dengan persyaratan yang sudah saya sampaikan tadi". "i-iya pak,ehh mas, besok saya bisa datang untuk wawancara!". setelah sambungan telpon selesai, clara hanya bisa terdiam, karena tidak percaya jika Perusahaan yang dia impikan, menelponnya secara pribadi melalui HRDnya langsung. sintia yang mendengar obrolan clara tadi juga tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "wehhh, seriusan itu tadi yang nelpon lo pihak HRD di Perusahaan Davidson?!!. gilak!!!,,,, gak yakin gw,atau itu orang mau nipu lo lagi!". "itu yang gw pikir, tapi setelah gw tanyakan lagi, dia jawab iya,dia dari Perusahaan Davidson, dan yang nelpon gw barusan langsung pihak HRD nya!". "hmmm, tapi untuk memastikan, lebih baik lo besok datang aja deh ra. gw yang bakal nganter lo, dan gw tungguin lo, jadi kalau ada apa-apa lo bisa langsung telpon gw". "hmmm,,,, iya bener yang lo bilang, besok gw datang buat mastiin apa bener yang nelpon gw bener-bener dari pihak Davidson Group". setelah mereka menunggu lama, akhirnya hasil ujian mereka keluar, hasilnya clara dan sintia lulus dan semua teman-teman yang ujian di hari itu juga semua lulus.,,,,,,,,,,,,,,,, setelah sesi foto-foto bersama semua teman mereka, sore harinya sintia mengantar clara pulang kekosan, karena nanti malam clara dan sintia akan keluar untuk membeli baju formal,yang biasa digunakan untuk wawancara para pekerja,juga meminta bang raka,kaka sintia untuk membantu clara membuat surat lamaran kerja. karena bang raka sudah berpengalaman, dan karena juga sudah bekerja jadi pasti paham bagaimana cara membuat lamaran pekerjaan yang bagus. "gilak,gw bener-bener gak nyangka,lo besok mulai kerja ra. terus ntar gw main sama siapa dong, lo kan pastinya sibuk setelah kerja, huhuh,,,,sedih gw". "apaan sih sin, lagian gw kerja juga masih di sini kalik gak kemana-mana, pulang kerja juga bisa ketemu, lebay banget lu". "ya siapa tau lo sudah kerja,jadi lupa sama gw yang masih pengangguran ini". "issshhh, gak usah mulai deh ya". raka yang melihat adiknya dan sahabat adiknya itu merasa geram. "kalian ini,kayak di pisahkan benua dan lautan aja, lebay banget". sintia yang tak terima abangnya mengatakan itu, memasang muka kesal kepada raka. "apa sih!!, dasar jomblo akut, sok sibuk kerja,kapok kan sampai sekarang belom nikah!. makanya cari pacar sono, biar gak jombo, sibuk ngomentarin orang lain terus,huuhhh!!!". "lo bilang apa?!, gw jomblo?, kata siapa?!, tu perempuan didepan lo yang bakal jadi istri abang, iya kan ra". raka mencoba menggoda sahabat adiknya itu karena ingin melihatnya semakin marah. raka dan sintia memang kerap kali bertengkar, dan clara sudah biasa melihat pemandangan itu. clara merasa iri kepada sintia. karena sintia memiliki keluarga yang menurutnya sempurna dalam hal perekonomian, karena sintia berasal dari keluarga kaya,yang membuat clara sering berpikir dan merasa tak pantas menjadi sahabat sintia. "dihhh!! apa-apaan lo,idihh mana mau clara sama lo yang punya kelakuan buruk sama adek sendiri!. ra, lo jangan mau jadi istri abang gw, gw gak bakal restuin lo, karena dia orangnya resek banget, nanti lo makan atik terus kalau jadi istri dia". "abang kek gini cuma sama kamu, karena kamu nyebelin, kalau clara jadi istri abang,ya pastilah abang romantis, ya gak ra". clara hanya bisa tersenyum melihat kelakuan bang raka. ya clara tau bang raka hanya bercanda,untuk menggoda adiknya, padahal bang raka sudah punya calon istri, dan tentunya bukan clara, tapi teman satu kantornya. "jijik kali gw dengernya!. udah ah yok ra gw antar lo pulang,sekalian gw nginap di kosan lo,malas gw di rumah sama bang raka". "ya udah sono, abang juga malas sama kamu dirumah, awas ya ra ntar sintia ngoroknya keras banget,ntar sumpel aja pakai kaos kaki b*si, hahahaha". "enak aja, lo kali yang ngorok, gak malu sama istri lo nanti?, dasar huhhh". "udah-udah ah, ayok buruan kemalaman ntar, bang raka, makasih banyak ya, karena sudah mau bantuin clara buat surat lamaran kerjanya". "buat lamaran sama kamu juga gak masalah kok ra". "hehehe,bang raka bisa aja, yaudah saya pamit pulang ya bang,sekali lagi makasih banyak,nanti gw traktir deh kalau beneran keterima kerja, hehehe". "dihh paan sih ra, gak usah kalik jadi makin besar kepala ntar dia, dah ah yok buruan ke kosan lo". raka dan clara hanya tertawa melihat kekesalan sintia karena ulah abangnya. akhirnya clara dan sintia sampai di kosan clara, dan menyiaokan semua perlengkapan yang akan clara gunakan dan bawa besok. "ok, gw rasa sudah semua buat besok. sekali lagi makasih banget ya sin,lo sahabat gw yang paling baik. gw bener-bener bersyukur karena lo mau nerima gw jadi sahabat lo". "apaan sih ra, udah deh gak usah lebay, kayak baru kemaren aja kita sahabatan.pokoknya kalau lo sudah kerja gw bakal p*lakin lo terus, awas lo sampai beralasan". "hahaha, iya siap tuan putri. yaudah yuk tidur,supaya besok gak kesiangan, jam delapan gw harus jalan, lebih baik gw yang nunggu disana,supaya bisa dapat nilai plus, hihihi,,,,". "iya iya lo bener, yaudah ayok tidur". clara dan sintia tidur setelah semua keperluan clara besok sudah mereka siapkan semua, supaya besok tidak ada yang ketinggalan lagi. dan clara masih tidak menyangka, besok dia akan berada di Perusahaan impian dia. sebelum tidur clara berdoa di dalam hati, semoga besok lancar, dan dia bisa langsung di terima bekerja di Perusahaan Davidson, dan impian clara membantu perekonomian keluarganya di kampung menjadi terwujudkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN