BAB 8

1173 Kata
Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang. Clara dan Sintia belum terbangun. Namun karena bunyi ponsel Sintia yang sangat kencang, akhirnya clara terbangun dengan ngedumel, karena bunyi suara ponsel Sintia yang sangat keras. Dan ketika clara melihat jam sudah menunjukkan ke angka 10 lewat, clara kaget dan semakin ngedumel. "Ishhhhh!!,,,,,, kebiasaan si Sintia! G*l* memang, suara ponsel dia segitu kerasnya gak bangun juga, awas aja lo sin!" Disaat clara terus ngedumel, clara melihat ke arah jam dinding di kamarnya, dan dia semakin kesal, karena kesiangan. "*njrit!, kesiangan kan gw jadinya!!, ya ampun! Sintia! Sintia!, lo itu kebiasaan ngebuat gw kesiangan terus kalau lo nginap! ". setelah Clara mematikan alarm ponsel Sintia, Clara langsung menuju toiletbuntuk bergegas mandi, dan menuju kampus. " Woy!! Bangun oneng, dah mau jam 11 siang! Buruan, lo mau ikut gw gak ke kampus, ishhhh,,,,,!!! " Sintia yang merasa tidurnya terganggu, menjawab Clara dengan suara malas. "Ck,,,, apaan sih say, gw masih ngantuk ishhhh!! ",,,,, " Ck, bodo ah terserah lo, males gw bangunin lo, capek gw sih! ".,,,, Clara langsung menuju kamar mandi, dan tidak membangunkan Sintia kembali setelah Clara selesai mandi. Karena ya sudah tadi Sintia sendiri yang bilang dia gak mau bangun, karena Sintia berfikir ini pasti masih pagi banget, karena kebiasaan Clara pasti masalah terlebih dulu sebelum mereka pergi ke kampus. "Woy,,, ishhhhh sin bangun ihhhh!, ini sudah jam set 11 siang, buruan! ". Sintia yang tidak percaya Clara, kemudia mengambil ponselnga, dan benar saja Sintia langsung terbangun, karena tidak mau di tinggal oleh Clara. " Astaga!!, ra lo kok gak bilang kalau kita kesiangan?! ". Clara tidak menggubris Sintia karena dia sedang memakai makeup.,,,,,,,,, Sintia langsung bergegas mandi, dan langsung duduk di samping Clara, untuk mengenakan makeup juga. " Kenapa lo gak bangunin gw sih ra?!,. "Apa lo bilang?!, dasar k*b*k, gw sudah berapa kali bangunin lo!, lo nya aja yang memang susah buat bangun!".,,,,, " Ishhh,.,,,,,,,, minta sini makeup lo". "Paan sih sin!, sabar ih!!, lo pakai yang lain dulu itu! ". Setelah mereka selesai memakai makeup, Clara dan Sintia langsung menuju kampus dengan menggunakan mobil Sintia.,,,,,,,, ----------------------- Di tempat lain,Devan tengah berjalan menuju kantornya dengan mobilnya. sesampai di loby kantor,seperti hari-hari biasa, para karyawan terkesima dengan penampilan Devan yang sangan tampan dan berkarisma. banyak karyawan yang membicarakan,bagaimana caranya bisa dekat dengan Devan, siapa perempuan beruntung yang akan bersanding dengan Devan, siapa kekasih Devan saat ini,dan masih banyak lagi yang mereka pertanyakan ketika melihat Bosnya itu.,,,,, bagi Devan, tatapan semua karyawan perempuan di kantornya itu adalah hal biasa baginya,tidak ada yang menarik sama sekali.dan devan tau,tatapan-tatapan itu hanya sekedar mereka kagum karena devan tampan dan kaya raya. seperti biasa, niko akan terus menggoda devan saat mereka masuk kedalam lift. "heehhh, lo liat,tatapan para wanita itu ketika lo masuk kekantor?!. mereka seperti para singa betina yang sedang mencoba merayu singa jantan, ha,,ha,,ha,,ha,,". devan tak menghiraukan apa yang niko katakan,baginya semua itu hal yang sudah biasa yang dia terima, bukan saja semenjak awal dia datang, namun ketika devan berada di perusahaan miliknya sendiri yang berada di singapur pun juga sama, jadi intinya bagi devan semua wanita di belahan bumi manapun sama saja. hanya memandang karena devan tampan dan kaya, devan belum menemukan wanita yang benar-benar melihat dia apa adanya.,,,,,,, ehh,, tapi tunggu. Devan kembali teringat dengan clara, ketika devan memperhatikan clara di restoran itu dan memberikan senyum pada clara, justru clara terlihat kebingungan, dan itu membuat devan merasa lucu ketika dia mengingat hal itu. lain halnya dengan perempuan lain, justru mereka yang mencoba untuk terus menggoda Devan dengan memberikan senyuman-senyuman mematikan mereka,yang justru terlihat murahan di mata Devan. "selamat pagi pak Devan".,,,, ya itu adalah sindy. dia adalah sekretaris devan di kantor, berbeda dengan niko, niko adalah sektretaris pribadi devan, jadi apapun yang terjadi di kantor,ketika devan tidak bisa menghendel,maka nikolah yang akan turun tangan. "Devan aja nih yang lo sapa sin?, emang lo gak ngeliat gw juga ada?, segitunya gak penting kah gw?". "hehehe,,,, maaf pak niko, selamat pagi pak niko". karena merasa tidak enak hati,makanya sindy juga menyapa niko,tapi niko sudah terlanjur merasa tidak di anggap. "hmmmm, harus gw tegur dulu gitu,baru lo nyapa gw,dasar emang kurang ganteng apa gw,sampai-sampai semua perempuan cuma terpesona dengan Devan doang!". sindy merasa sangat tidak enak jadinya, karena sindy juga termasuk karyawan baru di kantor devan, sindy baru bekerja sebagai sekretaris devan selama 2 bulan ini, dan baru seminggu ini dia bertemu Bosnya itu secara langsung,karena ketika sindy mulai bekerja sebagai sekretaris Devan, Devan dan niko sedang berada di perusahaan milik Devan di Singapur. "iya maaf pak niko,lain kali saya juga akan menyapa pak niko". sambil menunduk sindy merasa tidak enak,karena sudah di tegur oleh tangan kananya Devan. "duhhh, m*mpus gw, mudahan gw gak di pecat,huhuhu,,,,,". karena merasa anak baru,dan merasa belum terlalu mengenal kedua atasannya itu,sindy masih suka was-was dan takut melakukan kesalahan. ------------------------------------- "gimana? informasi apalagi yang lo dapat tentang perempuan itu?". sesaat devan duduk di kursi kebanggaannya itu,langsung menanyakan perihal info terbaru tentang Clara. "baru juga b*k*ng gw mendarat di kursi,sudah lo tanyain tentang perempuan itu!, sabar dong, kasih kesempatan b*k*ng gw buat santai dulu kek!". devan hanya melirik niko,tanpa membalas ucapannya. kemudian niko membuka ponsel pintarnya untuk membuka email yang di kirim anak buahnya tentang informasi terbaru Clara. "infonya, bulan depan dia bakal melakukan wisuda, wow!, cepat juga ya dia nyelesaiin ujiannya, gw rasa dia memang cocok buat masuk ke perusahaan lo ini". devan yang mendengar itu, langsung fokus mendengarkan niko, dan dia juga merasa kagum, ternyata selain cantik dan manis, dia juga pintar, terbukti dengan dia bisa menyelesiakan ujiannya dengan cepat. beberpa minggu lalu, niko memberikan informasi bahwa clara masih di tahap menyelesaikan skripsinya, tapi ternyata siapa sangka, dia bisa menyelesaikan skripsi dan ujiannya hanya dalam beberapa minggu. "gimana kalau gw suruh anak buah gw cari nomer ponselnya, terus suruh pihak HRD menelpon dia untuk menawarkan lowongan kerja di kantor lo ini?". devan berfikir, benar juga yang niko katakan,dengan begitu dia bisa lebih cepat dekat dengan clara. "kerjakan sekarang!"., niko yang kaget dengan perintah devan sedikit tidak percaya, tumben banget, seorang devan dengan cepat menerima masukan dari orang lain,sekalipun itu niko sahabat baiknya sekaligus sektretaris pribadinya. "hah!, giman? gimana?,,,,,, lo minta gw nyuruh pihak HRD langsung ngehubungin perempuan itu?". "iya, gw mau lo sekarang cari nomer ponselnya,dan suruh pihak HRD untuk menghubunginya, suruh dia segera membawa lamarannya setelah kelulusannya besok. dan gw mau dia di tempatkan di posisi menjadi sekretaris pribadi gw". niko langsung menoleh ke arah devan, dia kaget karena keputusan devan yang menempatkan clara menjadi sekretaris pribadi devan?,gil*k, niko baru melihat sisi yang berbeda dari devan selama dia menjadi sahabat devan selama ini. "lo serius?!. terus gw mau lo tarok dimana kalau tu perempuan lo tempatkan jadi sekretaris pribadi lo?!, lo mau ngebuang gw gitu?! ck,,,," "lo tetap jadi sekretaris pribadi gw, tapi gw juga mau clara menjadi sekretaris pribadi gw,yang ngurusin semua keperluan gw. dan lo, gw tugasin buat selalu ngehendel perusahaan ketika gw dan clara bertemu kalien". devan tersenyum ketika menjelaskannya pada niko, yang membuat niko merasa benar-benar clara bisa merubah devan yang dingin dan kaku, jadi bucin seperti sekarang.,,,,,,,,,,,,,,,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN