BAB 7

1237 Kata
di sebuah rumah mewah, seorang pria tengah menelpon membahas wanita yang dia temui hari ini, pria itu meminta seseorang di sebrang sana untuk mencari informasi mengenai seorang wanita yang dia temui hari ini di sebuah restoran. ya, peria itu adalah Devan Braga Davidson, dia tengah menelpin asisten pribadinya untuk mencari informasi mengenai perempuan yang dia ceritakan itu. Asisten pribadi Devan bernama niko pratama. ,,,,,,,,,,,,,, Antara Bahagia dan juga bingung, niko menerima perintah dari Devan, untuk mencari info tentang perempuan yang di maksudkan sahabatnya sekaligus Bosnya itu. "Akhirnya!!,,,,, Akhirnya lo nelpon gw membahas tentang perempuan Van. Gw bener-bener bahagia ngedenger ini!! ",,, Niko berbicara pada devan dengan sedikit tertawa. " Ekhmmmm, berapa lama gw bisa mendapat informasi dari lo? ",,,,, " Elah!!,,,, ituh masalah gampang van, intinya gw mau tanya, emang perempuan ini siapa? Dan apa yang membuat lo tertarik sama ni perempuan? ",,,,,,,, #ck, udah deh!!, lo bisa apa gak mencari data itu? " "Ck,,, itu urusan yang sangat mudah!, lo tunggu aja dua jam dari sekarang, gw bakal langsung kirim email ke lo", " Ok!!,,, gw tunggu". Setelah menelpon niko, entah mengapa, pikiran devan saat ini terus tertuju pada clara, dan devan berfikir, apakah ini cinta yang di rasakan orang-orang saat sedang jatuh cinta? "Khemmm" Sambil tersenyum, devan meninggalkan balkon nya dan masuk kedalam kamar. Tiga puluh menit kemudian, niko kembali menelpon devan untuk memberikan informasi mengenai clara. "Halo van, gw sudah dapat hampir semua informasi tentang perempuan itu". " Info apa aja yang lo dapat? " "Oke, tapi pertama-tama, sebelum gw sampaiin info penting ini, gw mau ngomong sama lo, kalau gw mau cuti selama tujuh hari, gimana?! " Devan yang mendengar itu, memberikan pertanyaan juga kepada niko. "Lo mau cuti, atau gaji lo bulan ini gak gw bayar?!! ". " *njr*t lo, sudah gw carikan info malah lo pelit banget ngasih gw cuti! ". " Sekarang, lo mau kasih tau gw atau",,,, sebelum devan melanjutkan perkataannya, niko kemudian menyerobot. "Iya!,,, iya!,,, iya!,,, ck, susah banget sih cuma minta cuti sama lo!". Devan hanya diam mendengarkan keluhan niko. Ya memang, devan tipe Bos yang sedikit sulit untuk memberikan izin pada karyawan yang alasannya tidak membuatnya srek. Bagi devan, cuti yang sesungguhnya, ketika mereka ingin berkumpul keluarga, atau sakit, atau keluarga ada yang sakit. Karena devan tidak mau memberikan cuti yang tidak bermanfaat untuk karyawannya. "Nama perempuan itu Clara Anastasia. Dia dari kampung daerah kebumen, merantau ke Jakarta untuk kuliah dan mencari kerja". Devan terus fokus mendengarkan semua yang niko sampaikan padanya, sampai di satu informasi yang membuat dia merasa berpeluang besar untuk bisa lebih dekat dengan clara. "Dia punya impian kerja di Perusahaan lo Dev, di PT Davidson Group,ya jadi menurut gw, kalau lo mau lebih deket sama perempuan itu, ya makin besar peluang lo".ya informasi bahwasannya clara perempuan yang membuat devan merasakan kesempatan besar untuk dekat dengan clara. "Jadi, gimana?". Devan terus memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa segera dekat dengan clara, tanpa mendengarkan pertanyaan niko. " Woy van!!!, lo masih dengerin gw kan? Atau lo lagi ketiduran karena semua informasi yang gw bacain barusan?! " Devan sedikit kaget karena teriakan niko dari telpon, membuatnya kesal, tapi dia juga berterima kasih, karena informasi yang dia dapatkan lebih cepat. "Ck, gw masih disini, jadi lo biasa aja, gak perlu teriak begitu!! " Devan sambil sedikit menjauhkan phonselnya dari kupingnya. "Ya lo, dari tadi jangan jangan lo gak dengerin informasi yang gw sampaikan ke lo lagi!!! ". " Hmmm,,,,, iya gw sudah denger semuanya. Jadi menurut lo, gimana caranya supaya dia bisa berasa di deket gw? ". Niko yang merasa kesal dengan devan, karena terlalu kaku tidak memahami bagaimana cinta, kalau bukan karena mereka sahabat dan niko masih butuh kerja, niko selalu sabar menghadapi devan. " Ck,,,,, ini nih,,,, ini,!!!,,,,, karena orang yang baru pernah pacaran 1 kali seumur hidupnya, jadi gak ngerti., karatan lo?!!". "Taruh surat pengunduran diri lo besok di atas meja kerja gw! ". Niko langsung kelabakan mendengar devan mengatakan itu. " Eitsss,, sabar bos, gw cuma bercanda he,, he,, he,, he,,.". Niko kembali membalikan tema ke awal, supaya devan tidak benar-benar menyuruh niko menaruh surat resign diatas meja kerjanya besok. "Jadi?,,, lo mau gimana? ". Devan yang mendengar pertanyaan niko, akhirnya bertanya kembali ke niko, karena dia benar-benar minim soal masalah seperti ini, ya mendekati seorang wanita. " Menurut lo? Gw harus gimana?!",,,,, "Lah,, si d*d*l, kenapa tanya balik ke gw?!, lo yang mau ngedekatin tu perempuan, ya kalik masak gitu aja lo gak ngerti! ". " Atau gw buka lowongan kerja sekarang aja ya, supaya dia ngelamar di perusahaan? ". " Hahaha", niko tertawa, karena apa yang barusan devan katakan membuatnya benar-benar tak percaya, seorang devan yang dingin dan kaku, bisa berkata seperti itu. "Yang ada orang lain yang daftar van, lo gak ingat? Tu perempuan masih tahap nyelesaiin skripsinya, jadi gw rasa, dia belum ada ketertarikan buat mikir itu". " Hmmmm, iya juga sih, terus harus gimana?! ". " Berasa ngebet banget lu ya? Hahahaha",,,,,,,, "Gini deh, lu tunggu aja beberapa bulan lagi, sampai dia benar-benar nyelesaiin skripsinya, terus kalau dia masukkan surat lamaran dia, lo tinggal milih dia mau di tempatkan dimana? ". " Hmmmm,,, iya bener juga lyang lo bilang". Tanpa berkata-kata lagi, devan langsung mematikan sambungan telponnya, yang selalu berhasil membuat niko merasa jengkel karena kelakuan devan yang tidak mengucap Terima kasih, malah langsung mematikan telponnya. "Jadi, dia ingin bekerja di Davidson group", sambil tersenyum, devan kembali berbicara apa yang tadi niko sampaikan. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Di tempat lain, clara dan Sintia sedang berada di dalam kamar kos milik clara, dan mereka sedang asik berbincang sampai waktu sudah menunjukkan hampir pukul 3 pagi. "Sin, lo mau tidur gak?!", clara kesal, karena Sintia sedari tadi tidak mau tidur. Dan clara harus mematikan lampu ketika ingin tidur. " Gw sudah ngantuk banget ini, ihhhhh!!! ",,,,, " Yaudah sih ra, lo duluan yang tidur, gw lagi browsing bentar nih". "Ya gw kalau mau tidur harus m*tikan lampunya, kalau gak, gw gak bisa tidur!". " Ishhhh, lo itu ya!, yaudah m*tiin gih lampunya". "Serius gw m*tiin?!, lagian lo ngapain lagi sih?!, udah deh lanjutin besok lagi, lo liat noh sudah jam berapa sekarang?! ". Sintia melihat clara, kemudian melihat kearah jam di kamar clara, dan benar waktu telah menunjukkan jam 3 pagi. " Isshhhh, iya iya gw tidur! ". Akhirnya clara bisa tidur dengan nyaman, dan Sintia masih saja berusaha untuk mengajak clara berbicara. " Ra, oiiii ra!!, lo dah tidur?!". "Ck, ishhhh apaan sih sin?!, buruan lo mau tidur atau gw suruh lo pulang, ini sudah mau pagi kan?! Bisa kalau lo mau pulang! ". " Diihhhh jahat Betty lu, nyuruh gw pulang, ntar kalau bang raka ngiranya gw baru pulang dugem gimana?, terus gw di hukum gak boleh keluar-keluar lagi". "Ya, bagus itu, biar sekalian gw telpon bang raka nih sekarang, suruh ambil lo di kosan gw!, lagian nnti lo gak mau ikut gw nyelesaiin bab akhir skripsi kita?! ". " Ya mau lah, gila lo, sudah bab akhir nih, ya kali gw molor-molorin lagi, kan gw mau wisuda bareng lo! ". " Yaudah, buruan tidur, jangan ngajak ngobrol muluk! ". " Iya ndoro kanjeng". Clara merasa jengkel atas kelakuan Sintia, padahal dia tidak pernah melewatkan jam tidurnya sampai di jam 3 pagi seperti itu. Semua karena Sintia yg terus mengajaknya mengobrol, dan menonton drakor. Akhirnya clara dan Sintia tertidur, karena jam delapan sembilan pagi mereka harus segera bangun kembali dan pergi ke perpustakaan kampus, untuk menyelesaikan bab akhir skripsi mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN