Devan kembali melirik ke meja clara dan sintia sat mereka tertawa bersama, entah kenapa devan merasa mengenal clara, tapi dimana dia pernah bertemu clara.
"ok baik, terima kasih pak devan, karena sudah mau meluangkan waktu bertemu saya membicarakan kerjasama kita"
"iya sama-sama pak bimo" devan dan pak bimo bersalaman, dan pak bimo langsung meninggalkan restoran itu, tapi tidak dengan devan.
devan kembali duduk dan terus memperhatikan tingkah laku clara dan temannya itu, karena membuat devan begitu tertarik dengan clara. entah apa yang membuat devan begitu tertarik padanya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
sintia yang merasa sedari tadi merasa ada yang memperhatikan mereka, sintia melihat kearah meja devan. saat itu juga pandangan sintia dan devan bertemu,dan sekali lagi benar saja, filing sintia memang benar ada yang memperhatikan merek.
sintia menyenggol lengan clara,dan memberi tahu beri tahu clara. "syutttt,,, ra!!".clara menoleh kearah sintia, sambil mengerutkan dahinya.
"hemmm, apaan!",,,,,,,, sintia menjelaskan kepada clara, bahwa sedari tadi ada yang memperhatikan mereka berdua,yaitu seorang pria tampan,yang entah apa tujuannya memperhatikan mereka berdua.,,,,,,,,,,,
"gw kasih tau lo, tapi lo jangan langsung ngeliat ke arah yang gw bilang ya!",,,, clara merasa masih bingung namun dia menganggukan kepalanya.
"perasaan gw dari tadi ada yang perhatiin kita,dan bener aja pas gw lihat ke arah meja agak depan kita noh, lagi perhatiin kita ra!",,,,, clara mengkerutkan dahinya dan semakin bingung,saat hendak menoleh ke arah meja yang sintia maksud,sintia langsung memukul sedikit tangan clara.
"wehhh,,,,, sudah gw bilang jangan langsung lihat meja itu, tapi pura-pura aja lo mau lihat kearah mana gitu oneng".,,,,, clara yang semenjak tadi bingung dengan sintia hanya mengiyakan setiap perintah sintia. setelah sintia menceritakan semuanya, clara mengerti dan dia berpura-pura melihat ke arah lain, dan kemudian melihat ke arah meja yang sintia maksudkan.
benar saja, pria yang sintia katakan memang pria yang sangat tampan dan sepertinya memang orang kaya.tapi kenapa?, kenapa pria itu melihat ke arah meja mereka?. " apa iya, pria itu melihat ke arah meja kami, dan memperhatikan kami?,tapi kenapa?!, ahhh gw rasa sih bukan,sepertinya dia sedang melihat ke arah meja lain".
disaat clara berfikir sambil masih melihat ke arah meja pria itu juga,ternyata pria itu tersenyum kepada clara, yang membuat clara kaget dan mencoba mencari arah dari yang peria itu lihat. "ehhh,,,ehh!,,, apa pria itu tersenyum sama gw?!, ahh apaan sih pede amat gw!!".
sintia yang melihat clara berbicara sendiri pun bingung, ada apa dengan clara, mengapa dia bergumam sendiri. "woy!!!,,, ngapain lo malah melamun sambil ngomong sendiri?!,,.
clara yang kaget melihat ke arah sintia dengan muka bingung, karena dia masih berfikir apa benar pria tadi tersenyum padanya.
"buruan makan, ntar kita bungkus yang lainnya, supaya kita bisa lanjut ngemall".,,,,,,,,,,,,,
setelah mereka selesai dengan makanan mereka dan sudah selesai membungkus sisa makanan yang tidak mereka makan, sintia dan clara pergi ke kasir untuk membayar,namun sintia dan clara dibuat kebingungan, karena pihak kasir mengatakan bahwa makanan mereka semuanya sudah dibayarkan.
sintia yang masih tak percaya menanyakan kembali pada pihak kasirnya."hah!!,,,,,,,, gimana-gimana mba?!!, seriusan ini makanan kami sudah di bayar?, nanti malah kami dikejar di kira belum bayar lagi!",,,,
pihak kasirpun juga meyakinkan mereka berdua, bahwasannya memang benar makanan mereka sudah dibayarkan semua.
clara yang sedari tadi diam karena semakin bingung dengan semua ini menanyakan siapa gerangan yang telah memebayar semua makanan mereka berdua sebanyak itu. " emmmm,,, mba, mbanya ingat gak, siapa yang sudah membayar semua makanan kami?",,,,,,,
pihak kasir pun menjelaskan bahwa pria tampan yang duduk di depan meja mereka lah yang telah memebayar semua makanan mereka.,,,,,,,,,,,
clara dan sintia saling pandang dengan pikiran mereka masing-masing. sebenarnya siapa pria tampan itu, dan kenapa dia mau membayar semua makanan mereka berdua?.,,,,clara dan sintia kahirnya keluar dari restoran itu dengan pikiran yang masih mengganjal di hati mereka.
"ra,,,, lo berpikir sama kayak gw gak sih?!,,,, dari awal gw merasa pria itu melihat ke arah meja kita, terus sekarang dia bayar semua makanan kita!,,,,apa jangan-jangan,,,,,". dengan sambil tersenyum sintia tidak melanjutkan ucapannya, membuat clara mengkerutkan dahinya bingung dengan tingkah sintia.
"jangan-jangan apa sin?! lo mikirin apa?, coba deh nanti lo tanya siapa tau pria itu teman bang raka,karena, masak iya jaman sekarang ada orang yang mau bayarin makanan orang yang gak di kenal!, atau jangan-jangan!!,,,,,, dia sengaja bayar makanan kita, tapi kita di jadikan target penculikan lagi!!!"
sintia tidak percaya dengan ucapan clara, masak iya pria tampan dan kaya raya mau menculik orang dengan cara membayarkan makanan orang lain?. tapi sintia juga berfikir, ada benarnya juga.
"ahhh,,, nanti gw tanya ke bang raka aja deh, kalik aja beneran temen dia".
""nah iya bener,daripada kita di jadikan target penculikan, hiiii serem"
"tapi gw gak percaya, masak iya pria tampan dan berkarisma gitu komplotan penculik!,,,,,"
"ehhh,,, lo jangan salah ngira!,,, jaman sekarang banyak, yang ganteng gitu tapi berkedok juga".
sintia menaikan bahunya,karena dia masih tidak percaya saja,seorang pria tampan dan kaya raya menjadi komplotan penculik.,,,,,,
"udah deh,ntar gw tanya bang raka aja, daripada lo nuduh cowo ganteng itu penculik!!"
"diiihhh,,, naksir lo? ha,,ha,,ha,,,",clara menertawakan sintia karena tidak terima dengan ucapan clara tentang pria tampan itu.
-------------
setelah clara dan sintia merasa puas untuk hari ini, mereka telah sampai di kosan clara,dan sintia memutuskan untuk menginap di kosan clara,karena memang waktu yang sudah menunjukkan hampir tengah malam, dan sintia juga sudah menghubungi abangnya jika dia menginap di kosan clara, karena kedua orang tua sintia sedang ada kerjaan ke luar kota.
"lo sudah kirim chat ke abang lo?, ntar dia sibuk nelponin gw kayak waktu itu lagi!!". ya sintia pernah menginap di rumah sepupunya, namun dia tidak ijin dengan abangnya,itu juga disaat kedua orang tua sintia sedang ada kerjaan di luar kota, alhasil, abangnya sintia terus menelpon clara di jam 2 malam, yang mana clara telah tertidur pulas.
"iya sudah gw chat abang gw, lo tenang aja hi,,hi,,hi,,,," sintia menjawab clara, sambil memperlihatkan deretan giginya.
"ya bagus deh, daripada abang lo memb*mb*rdir gw karena lo gak ngasih tau nginap di rumah sepupu lo!!".
"he,,he,,he,, iya lo tenang aja,gw sudah ngechat bang raka ihhhh!!!",,,,
"yaudah, lo beres-beres sono, gw sudah selesai dan mau tidur ini!".
"oke bos, muahhhh", sintia pergi menuju toilet,untuk membersihkan badannya,dan mereka berdua bersiap untuh istirahat.,,,,,,,,,,,