BAB 5

1011 Kata
Setelah melakukan perjalanan dari kosan ke tempat tujuan, akhirnya clara dan sintia sampai di tempat yang sintia katakan kepada clara.,, ya restoran bintang lima, dimana restoran itu menjadi restoran favorit keluarga sintia. clara merasa tak enak, karena sahabatnya itu mengajaknya ke restoran yang mahal, uang bulanan clara saja kalau untuk membayar satu makanan di restoran itu akan membuatnya makan mie dan telur sampai akhir bulan. "kenapa kesini sih sin!, lo kan tau uang gw gak akan cukup untuk membayar makanan disini, ck,,," "apaan sih lo, udah lo tenang aja, kan gw sudah bilang, gw yang bakal traktir lo, jadi lo tinggal makan aja, apapun makanan yang lo suka, lo pilih aja ok!!, yukk ah masuk, ntar meja kita di ambil orang lagi". dengan rasa sedikit tak enak, clara mengikuti sintia masuk ke restoran itu, dan tentu saja, didalamnya banyak para konglongmerat yang sedang makan di dalam. "gilak, ni sintia beneran mau traktir gw di tempat ini?, liat aja tuh semua yang makan disini pada berwibawa dan pastinya orang-orang kaya". "woi,,,, melamun aja, ayok kita ke meja yang sudah gw pesen". di sepanjang jalan menuju meja mereka, clara berfikir, ya tentu saja sintia mampu membawanya ke restoran mahal ini, karena ini adalah restoran langganan keluarganya, boro-boro clara mimpi bisa makan disini, buat membayangkannya saja, clara merasa sudah tidak mampu". "silahkan mba menunya" "ra, lo pesan aja apa yang lo mau, sebanyak mungkin ok". sintia sedikit berbisik berbicara kepada clara, agar tidak di dengar orang lain, dan menjaga perasaan clara. "ck,,, duhh sin, kita pergi aja ke tempat biasa aja yuk,,, gw merasa gak pantas buat makan disini". "ck,, ishhh, lo apaan sih ra, kita sudah sampai disini, ya masak kita mau keluar lagi, malu ntar kita di liatin orang-orang itu". clara melirik sekitar, dan ya, benar saja begitu banyak orang dan masak mereka baru saja duduk dan harus keluar lagi, apa yang akan orang lain pikirkan. kalau orang lain berfikir clara tidak mampu membayar makanan disini benar saja. tapi kalau mereka berfikir sintia juga tidak bisa membayar makanan di restoran ini salah besar, tapikan semua tidak tau, siapa yang kaya dan siapa yang miskin disini. sintia sedikit kesal pada clara, karena akhir-akhir ini dia sering sekali melamun, entah apa yang sebenarnya dia lamunkan setiap saat. apa dia masih memikirkan laki-laki br*ngs*k itu lagi. "ck, ra, lo mau melamun atau mau pesen, itu mbanya nungguin kita, buruan lo pesen sekarang". "gw bingung mau pesen apaan". "ya udah gw aja yang pesenin semuanya,pokoknya lo harus habisin semuanya ya" sintia memesan begitu banyak makanan dan minuman, dan itu membuat clara syok, karena siapa yang akan menghabiskan itu semua. " sin, lo seriusan mesen segitu banyaknya?, siapa yang mau ngabisin semuanya?, dan itu pasti juga mahal banget!!". "ya lo lah yang bakal ngabisin, kan gw mesenin pesenan lo, lo kelamaan banget sih mesennya, pokoknya lo harus habisin ya!!". "pesenannya saya ulang lagi ya kk". waiters itu kembali menyebutkan semua pesanan yang mereka pesan, lebih tepatnya yang sintia pesan. setelah di iyakan oleh sintia, waiters itupun meninggalkan mereka, dan clara kembali berbicara bisik-bisik pada sintia, kalau makanan itu tidak habis bagaimana,dan apakah boleh tidak di bayarkan. "lo yakin, mesen segitu banyaknya?, terus kalau gak habis gakpapa kan gak usah di bayar?". sintia menahan tawa, karena ucapan clara yang dirasa panik,dan bingung ,sisa makanannya akan di kemanakan. inilah yang membuat sintia memilih clara menjadi sahabatnya, karena clara tidak rakus,dan tidak ingin sintia menghamburkan uangnya begitu saja. "hi hi hi,,,, lo itu ya, gemes gw sama lo!, lo tenang aja, kalau gak habis nanti kita bungkus,dan tetap gw bayar, ntar kita makan di kosan lo, sampai perut kita kenyak ha ha ha". tanpa mereka sadari, sedari awal kedatangan mereka sudah menarik perhatian seseorang. ya seseorang itu merasa tertarik melihat tingkah laku mereka yang di rasa seperti anak kecil yang sedang berbisik-bisik membicarakan sesuatu rahasia. tanpa di rasa,seseorang itu sedikit tersenyum melihat tingkah konyol mereka. seseorang itu adalah seorang laki-laki yang sedang duduk di meja samping mereka sedang melakukan meeting bersama klaien nya. lebih tepatnya, lelaki itu sangat tertarik dengan clara, karena dia melihat clara memiliki beberapa ekspresi muka yang membuatnya tertarik, terkadang clara terlihat serius, terkadang terlihat konyol. Lelaki itu bernama Devan Braga Davidson 32 tahun yang sedang melakukan meeting bersama klaien nya di restoran yang sama dengan clara dan sintia saat ini. klaien yang melihat Devan sedikit tersenyum bertanya padanya. "pak devan tersenyum melihat apa?" Devan yang sedikit kaget melihat klaien nya dan merubah ekspresi mukanya menjadi dingin kembali, sembari berbicara. "ya!!?,,,," "emm saya melihat pak devan tersenyum saat saya menjelaskan proposal saya." devan yang di tanya seperti itu bingung, lebih tepatnya bingung dengan dirinya sendiri, kenapa melihat tingkah konyol perempuan di meja lain membuat dia merasa terhibur. "ekhmmm, tidak!!,,, saya hanya sedikit menginggat hal lucu tadi", dengan nada dingin devan menjelaskan kepada klaiennya itu. "ohh he he, iya pak devan", dengan sedikit canggung , kalien itu tersenyum agar tidak menjadi pertanyaan lagi, devan kembali mengalihkan dengan bertanya kepada klaiennya tentang pertemuan mereka hari ini. ,,,,,,,,,,,,,, silahkan mba, waiters datang dengan pesanan yang mereka pesan tadi, dan benar sekali, begitu banyak makanan dan minuman yang sintia pesan tadi, membuat clara hanya terdiam dan tersenyum canggung ketika waiters itu mengucapkan permisi karena telah selesai mengantarkan pesanan mereka. "terima kasih mba, nih tips buat mba nya", sintia memberikan tips kepada waiters itu,dan berkata, nanti kalau makanan mereka tidak habis, tolong bawakan tempat untuk membungkus makanan mereka. "ok,,,, sekarang lo makan yang banyak ya, kalau bisa habisin, supaya otak lo gak berisi galau-galau lagi". clara hanya pasrah dengan tingkah laku sahabatnya itu. " hmmmmm,,,, terserah deh,tapi makasih ya, lo sudah mau traktir gw, tapi kayaknya gw gak bakal bisa habisin ini sintia". "ya pokoknya lo makan aja sekarang, kan tadi gw sudah pesenin mbanya buat bawa kotak kesini". sintia berusaha meyakinkan clara agar clara segera memakan makanannya. clara tertawa melihat tingkah sintia yang menggemaskan,karena ekspresi mukannya yang di buat serius dan dengan nada yang angkuh. "hehemm, iya iya nyonya sintia, saya akan memakannya sampai habis, agar nyonya merasa bangga kepada saya nyonya". akhirnya mereka sama-sama tertawa dengan suara yang mereka tahan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN