Ingatlah Hari Ini, Kalau Kau Lupa, aku akan ngingetin
Pentas seni angkatan 2009 akan dimulai. Setiap kelas membuat jaket bersama sebagai tanda kekompakan. Kelas 12 menggunakan baju bebas sebagaimana mereka akan bebas dari seragam SMAnya. Band-band pengiring sudah bersiap di panggung dengan segala peralatannya. Pentas seni ini akan menjadi batas perpisahan yang menyenangkan dan penuh makna.
Wali kelas merasa begitu sangat terhormat duduk sambil menantikan pertunjukan. Acara dimulai dengan ucapan terimakasih yang dilakukan oleh setiap kelas kepada guru-guru. Setelahnya mereka akan foto bersama wali kelas masing-masing.
Lagu-lagu yang merdu terdengar begitu seru. Lagu peterpan yang berjudul Semua Tentang Kita seraya menyergap jiwa dan membuat sedih. Semua tentang kita saat ini akankah bertahan selamanya? Tak banyak persahabatan masa SMA yang bertahan lama. Apakah memang sudah kodratnya demikian? Saat waktu berlalu dan membiarkannya jadi tak berarti, maka penyesalan adalah akibatnya. Tapi percayalah, semua orang ingin persahabatan itu abadi. Hanya saja keadaan tak selalu memenuhinya.
"Foto yuk!"
"Cekrek! Cekrek!"
Semua momen diabadikan dalam layar ponsel yang semakin canggih. Semua sibuk membicarakan langkah selanjutnya. Banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan itu. Cita-cita dan takdir hidup yang berbeda-beda membuatnya semakin beragam. Tak ada persinggahan yang sama. Semua akan berjalan di jalannya sendiri.
"Av, Jos, Aya mana?"tanya Lovi sambil ngos-ngosan karena berlari dari toilet. Dia takut dengan tempat angker itu. Tempat yang baunya semerbak busuk. Dia paling ogah ke toilet sendiri tapi Aya tak tahu dimana.
"Biasa, pacaran."seru Josen sambil melihat ke panggung yang menampilkan bunyi drum yang memekakan telinga.
"Ahhh, mentang-mentang udah punya pacar."seru Lovi kesal.
"Tuh mereka datang."ucap Avius sambil menujuk ke arah taman.
Aya sedang berjalan dengan rangkulan yang membuat siapa saja iri. Mereka seperti pemeran utama dalam sebuah cerita cinta. Awal mendengar mereka pacaran sungguh membuat heboh seluruh dunia. Adong yang romantis itu patut diacungi jempol. Ia menyuruh ketiga temannya untuk mendengarkan radio Sayang Dengan Kata di malam hari yang dingin. Ia bilang akan ada kejutan. Saat itu penyiarnya adalah Kak Laras karena Avius sudah berhenti untuk sementara.
"Selamat malam untuk Adong dan pacarnya Cahaya. Salam ini spesial dibacakan karena ditujukan untuk mantan penyiar kita Vidi dan teman-temannya."
Adong berhasil menghasut Kak Laras dengan mengandalkan nama Vidi. Sejak saat itu semua orang tahu bahwa Vidi adalah Avius Refadwi, siswa SMA N 1 Nestapa. Adong menjadi pemicu perang. Dia benar-benar tak bisa diprediksi. Ia membuat ketiga sahabatnya geleng-geleng kepala. Orang gila adalah sebutan yang tepat untuk Adong.
"Aya, dari mana aja sih?"rengek Lovi.
"Habis makan. Aku lapar banget tadi. Emang kalian gak lapar?"
"Lapar sih lapar. Tapi gak ngajak-ngajak. Bilang aja mau berduaan."ledek Josen.
"Uluh uluh, Josen cemburu nih sama aku."ledek Adong dan membuat mereka semua tertawa.
Mereka kembali menyaksikan penampilan dipanggung. Dalam hati terdalam ada kesedihan yang ditutupi. Bagaimana tidak, mereka akan berpisah untuk menggapai impian masing-masing. Keadaan ini adalah sesuatu yang tak bisa diatur manusia. Ada ketakutan tersendiri. Mungkinkah nanti mereka tak lagi bertegur sapa? Ataukah persahabatan ini akan abadi selamanya?
"Besok kita udah gak sekolah. Aku pasti kangen kalian."seru Avius ditengah keheningan itu. Saat yang lain sibuk bergolak dengan suara hatinya, Avius malah membuka jalan untuk membahasnya.
"Iya Av. Aku pasti akan rindu banget. Kita harus tetap solid ya."balas Adong.
"Aku yakin kok. Yang terpenting kita harus jaga komunikasi. Hubungan baik itu dimulai dari komunikasi."jelas Lovi.
"Grup f*******:! Apapun yang terjadi sama kalian tolong dikabari ya. Kita semua harus saling tahu. Awas aja kalau ada yang menghilang."seru Aya.
"Hahaha, kalau aku menghilang tinggal datang aja kerumah."ledek Josen. "Kita harus bertemu minimal sekali setahun."lanjutnya lagi.
"SETUJU!!!"teriak mereka serempak.
Senandung musik yang riuh terdengar dan membuat siapa saja gembira. Lagu dari Project Pop yang berjudul Ingatlah Hari Ini membuat siapa saja ikut menari.
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Semua ikut bernyanyi. Perpisahan ini akan menjadi awal untuk hidup yang sebenarnya. Percayalah, kerinduan pada masa lalu akan mendatangi kalian kapanpun itu. Kisah yang tadinya terasa seperti bagian tak penting akan berasa istimewa. Perhatian seseorang yang tadinya biasa kini jadi amat berarti. Ingatlah hari ini, hari yang menjadi bagian dari lembaran hidupmu yang singkat. Ingatlah hari ini, hari di mana kau memiliki sahabat penuh perhatian. Dan hidup tak selamanya begini.
Masa SMA, aroma masa depan tercium. Pancarona hati yang diombang-ambingkan sesuka hati. Beberapa orang melakukan banyak kesalahan pada masa ini. Begitulah cara mereka sadar bahwa hidup yang benar itu penting. Kenakalan remaja adalah bagian dari proses seseorang menuju dewasa. Tak apa berbuat salah, yang penting setelah itu ada niat untuk tak melakukannya lagi.
Pak Anja tiba-tiba muncul. Mereka berlima menoleh saat guru paruh baya itu menyapa.
"Josen, Lovi, kalian ini. Dari tadi bapak nyariin kalian. Ini pengumuman Jalur Undangan yang kalian pilih."ucapnya. Jalur undangan adalah jalur yang penerimaannya berdasarkan nilai raport. Jalur ini hanya berlaku untuk sekolah-sekolah tertentu saja.
"Hah? Sudah pengumuman pak?"tanya Lovi antusias.
"Iya. Ini, kalian baca sendiri."
Lovitha Rasella UR S1-Sistem Informasi
Josen Prasesa UR S1-Pertanian
Lovi memeluk Josen karena gembira. Mereka tak perlu lagi ikut bimbel untuk ikut SNMPTN. Mereka hanya perlu menunggu waktu untuk daftar ulang universitas tersebut. Pak Anja tersenyum senang. Ketiga teman lainnya mengucapkan selamat karena mereka sudah mencapai satu tingkatan yang baik.
"Pak, foto dulu yuk pak."ucap Josen.
"Ah iya, boleh-boleh."
"Cekrek!"
Seseorang memotret mereka dengan kamera yang bagus. Mereka semua tampak tersenyum, begitu juga dengan Pak Anja. Pak Anja sangat bangga pada mereka semua. Masa depan cemerlang terbuka untuk anak-anak didik kesayangannya itu. Begitulah masa SMA berakhir penuh makna. Guru yang dulunya mereka benci kini jadi guru kesayangan yang tak akan dilupakan.
Tiap langkahmu di masa muda pasti akan meninggalkan jejak. Akan ada hari di mana kita saling merindukan satu sama lain. Teringat, ada saja perasaan yang tak tersampaikan. Walaupun diberi kesempatan kedua, aku tak akan mau mengubah masa dan kisah itu. Seperti bukit dan lembah di suatu daerah, begitulah manusia menjalani hidup yang tak pernah sama. Persahabatan itu seperti keseimbangan hidup yang saling bergantung. Namun, dalam keseimbangan itu tetap saja ada ketimpangan. Semoga kita selalu mengingat hari kita bersama dan bukan hanya mengingat tapi tetap menjaganya selamanya.
Itulah yang mereka harapkan saat masa SMA berakhir. Tapi kisah tak sesingkat itu. Entah kenapa, sesuatu yang buruk akan terjadi.