.13. Hari Guru Terdrama

1336 Kata
______Kita, lapar yang sudah kenyang_____ _________Kita, dahaga yang sudah lega_________  | Sindentosca - Kepompong| Upacara di mulai. Hari spesial ini tak boleh dilewatkan begitu saja. Hari guru menjadi hari yang membahagiakan karena tak perlu belajar. Siswa hanya perlu menikmati acara sambil bercengkrama di sudut ruangan kelas jika bosan. Saat upacara selesai Pak Anja langsung memotong kue berbalut cream yang ada di sana. Ia langsung memanggil anak kesayangannya, Josen Prasesa beserta anggota pengurus kelas untuk menikmati kue itu.  Josen memberikan kado dan membuat Pak Anja merona. Semua murid kelas 11 IPA 1 langsung teriak sembari mengucapkan.  "SELAMAT HARI GURU PAK ANJAAAA!!!!!"  Pak Anja seperti terbawa ke langit ke tujuh. Ia begitu gembira sampai-sampai ia menyanyikan sebuah lagu di depan umum. Suaranya yang fals itu hanya bisa jadi bahan tertawaan satu sekolah.  "Eh kita jadi nyanyi kan?"tanya Titan saat semua heboh seperti kesurupan.  "Nyanyi apaan?"tanya Lovi lagi.  "Heh Lovitha Rasella, kau gak baca pengumuman di grup f*******:?"  "Mana mungkin, dia ponselnya burik."seru Aya.  "Pokoknya kemarin udah diumumin di f*******:. Kita mau nyanyi lagu yang judulnya Semua Karena Cinta. Itu Josen udah ngomong sama pemimpin acara."  "Ay, kenapa gak bilang sih? Aku kan bisa latihan dulu."ucap Lovi pada Aya.  "Latihan atau gak latihan sama aja. Suaramu sebelas dua belas sama suara Pak Anja."  Semua itu adalah kebenaran yang tak bisa di bantah. Suara Lovi memang tidak jauh beda dengan suara Pak Anja.  "Eh Ay, Avius mana ya? Aku gak lihat dia dari tadi."tanya Lovi sambil mencoba mencari di sekelilingnya.  "Gak tau!"  "Semuanya ayo baris ke kanan. Kita mau nyanyi habis ini kelar."seru Titan sambil mengarahkan semua siswa 11 IPA 1. Bukannya mengikuti, Lovi malah berjalan menuju kelasnya. Ada apa dengan Avius? Biasanya dia tetap ikut di lapangan untuk menikmati acara. Setelah upacara berakhir ia sudah tak terlihat. Lovi membuka pintu kelas yang di tutup dari dalam. Tumben sekali pintu itu tertutup. Ia melihat Avius yang seakan mau mati.  "Kau sakit?"tanyanya sambil memegang kepala Avius yang ternyata panas.  "Kau demam Av. Ayo ke UKS dulu deh."  Lovi membopong Avius ke UKS . Untung saja UKS tidak terlalu jauh dari kelas 11 IPA 1. Dan yang paling utama, ia bisa melewati jalan pintas tanpa berhadapan dengan keramaian. Ia sampai dan beruntung pengurus UKS ada di sana. Tadinya Lovi mengira semua orang sibuk bergembira. Lagu Koi Mil Gaya dari film india terdengar begitu jelas. Beberapa orang memberikan hiburan dengan menari mengikuti film india itu.  "Kamu istirahat dulu ya. Kalau udah mendingan sebaiknya pulang aja."ucap petugas UKS.  Avius mengangguk.  "Saya mau ke depan. Kamu temani dia dulu. Saya ada urusan juga. Kalau butuh air panas ada di meja depan."  "Iya bu. Terima kasih."balas Lovi.  "Lov, pergi aja ga papa. Aku bisa sendiri kok. Ini tinggal tidur."  "Tidurlah. Aku mau beli makanan buatmu."  Lovi berjalan ke kantin untuk membeli roti yang cukup untuk mengganjal perut yang keroncongan. Ia segera mengirim SMS kepada Adong agar datang ke kantor UKS.  "Yahh, tidak ada gunanya ikut bernyanyi di saat suaraku lebih buruk dari suara Pak Anja."batinnya.  Ia kembali ke UKS dan Avius sedang tertidur. Ketampanannya memang sudah tak diragukan lagi. Pantas saja Bella sampai rela mengungkapkan perasaannya di f*******:. Entah apa balasan dari Avius, tapi hingga saat ini ia tak pernah mengungkit hal itu lagi. Lovi menatap cowok itu sambil mendengarkan lagu dari ponselnya.  "LOVIIII!!!" teriak Adong saat ia tiba di UKS.  "Jangan berisik!!"  "Oh dia lagi tidur. Dia sakit apa sih?"  "Demam tinggi. Katanya sih kecapean. Tau sendiri dia tiap hari kerja plus belajar."  "Terus mau gimana?"  "Kau anterin dia pulang ya. Kata guru mending dia pulang dan istirahat di rumah. Kau kan gak punya andil di hari guru ini. Kalau Josen pasti lagi sibuk."  "Sembarangan! Aku mau nge-dance nanti. Jangan sepele ya."  "Hah?? Beneran ahahha."seru Lovi tertawa geli.  "Ledek aja terus. Ini aku udah latihan satu bulan. Dan kau orang pertama yang tahu di antara teman-teman kita. Kau beruntung Lovitha."  "Ka...u...se.....ri....us?" ucap Avius yang baru saja terbangun dari tidurnya.  "Astaga bikin kaget aja. Kau sudah bangun ternyata. Ayo kuantar pulang. Aku show entar agak sorean."  "Tunggu dulu. Kau nge-dance pakai lagu apa?"  "RA HA SI A..."  "Ish,,, menyebalkan!!"  "Kau tenang saja Av. Nanti bakalan di rekam. Kau bisa menonton kapan-kapan."seru Adong yang kegeeran. Ia merasa orang-orang sedang menantikannya. Lovi menemani Avius sampai ke pintu gerbang. Mereka menunggu Adong datang dari parkiran motor.  "Lovi..."  "Kenapa Av? Masih sakit banget ya?"  Avius menggeleng sambil tersenyum. "Engga. Makasih ya."  "Sama-sama. Kau jangan sakit-sakit lagi ya. Kalau siaran bikin badanmu sakit, mending berhenti aja."  "Ehmmm, akan aku pikirkan."  Adong datang dengan gayanya yang aneh. Ia menari-nari seperti orang gila di atas motornya. Lovi kembali ke tempat acara hari guru. Kali ini terdengar suara bagus dari seseorang. Suaranya berhasil membius dan menciptakan aura romantisme dalam diri mereka yang mendengarnya. Lovi mencari-cari wujud Aya dan teman-teman sekelasnya. Entah di mana mereka sekarang.  "Lov, kau dari mana sih?"tanya Aya yang tiba-tiba muncul.  "Ay, acara nyanyi kelas kita udah selesai?"  "Udah dari tadi. Pertanyaanku jawab dulu dong."  "Avius sakit. Tadi aku nganterin dia dulu ke UKS."  "Terus sekarang gimana?"  "Tenang aja. Dia udah pulang tadi dianterin Adong. By the way and the busway, ada berita yang bakal bikin kau syok Ay."  "Apaan? Jangan menciptakan harapan sia-sia. Entar akunya engga syok."  "Adong bakal nge-dance Ay. Gila gak sih, seorang Adong Doi yang slengek-an itu."  "Bohong! Itu namanya mempermalukan diri sendiri."  "Lihat aja entar. Aku udah gak sabar."  "Bodo ah. Kita ke kantin yuk. Aku lapar. Kue hari gurunya gak ku cicipi sama sekali."  "Emangnya kau doang? Kita yang cuma remahan ini tak pantas mencicipi kue itu."  Mereka melihat Josen yang sedang tertawa puas di kelilingi wanita-wanita. Josen sangat sibuk mengurus segala hal terutama para dayang-dayangnya. Ia punya relasi dimana-mana. Ia tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik. Begitulah para perempuan itu merasa spesial. Lama-kelamaan orang yang ia sakiti sadar betapa hidup adalah tentang diri sendiri. Begitulah Titan sudah tidak lagi peduli pada Josen. Ia hidup sebagaimana mestinya.  Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Setelah pertunjukan yang di d******i kaum hawa itu kelar, tibalah saatnya kaum adam mengambil alih. Akan ada pertunjukan menghibur dan pasti tidak akan bikin ngantuk.  "Saatnya kita lihat pertunjukan dari cowok-cowok kece badai dari 11 IPS 1. Tak hanya ceweknya yang cantik-cantik, tapi ternyata cowok di kelas itu sangat berbakat. Ini dia, mereka yang menyebut dirinya Lelaki Macho."  Semua histeris saat keenam cowok itu berbaris sesuai posisi masing-masing. Mereka mengenakan jas dan sepatu pantofel. Mereka seperti pengantin lelaki yang siap menikah. Gaya keren itu membuat semua orang terkesima.  Musik di putar. Terdengar lagu yang tak asing bagi semua orang. Lagu itu adalah I Heart You dari Boyband SMASH. Boyband ini sedang naik daun dan sangat terkenal dikalangan anak muda. Aya adalah salah satu korban keterkenalan itu. Mata Aya terbelalak saat ia mendengar lagunya. Ia semakin tertarik dan merangkul tangan Lovi untuk berdiri tepat di depan mereka yang akan menari.  Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu  Selalu peluh pun menetes tiap dekat kamu  Kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku  Selalu diriku malu tiap kau puji aku  ........  You know me so well  Girl I need you  Tergila dari yang paling gila. Mereka menghapal setiap gerakan dan melakukannya dengan sangat sempurna. Lovi membatin. Ia merasa ini bisa masuk salah satu keajaiban dunia. Cewek disampingnya itu ikutan menggila. Ia merasa sudah jadi bagian penari gila itu. Aya menari mengikuti mereka. Beberapa siswa yang lain ikut dan menikmati pertunjukan bersejarah itu. Batin Lovi yang tadinya penuh hinaan tiba-tiba berubah jadi kenikmatan. Ia menggerakkan kepalanya dan tertawa keras. Ternyata lagunya tak seburuk itu.  Semua tepuk tangan riuh. Pertunjukan bagus itu diapresiasi dengan baik. Latihan selama sebulan ternyata berguna.  "Wuah, ternyata kau punya bakat terpendam."seru Lovi saat Adong meneguk minuman dari botol minumnya.  "Adong!!! Kau benar-benar idaman. Lain kali kau harus dance lagi lagunya SMASH. Emang itu boyband keren banget. Sumpah, kau keren banget."ucap Aya berkomentar.  "WOI, CENAT CENUT! LAMA-LAMA KAU JADI BANCI KALENG!!" teriak Josen sambil duduk disamping Adong. Aya langsung memukul kepalanya dengan keras. Josen meringis kesakitan. Ia baru sadar kalau di sana ada fans garis keras yang tak bisa diganggu gugat.  "Maaf, maaf Ay!" 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN