______Kita, bersama dalam waktu yang lama______
_______Kita, membentuk cinta yang tak tergores waktu______
| Hugh Grant & Haley Bennett - Way Back Into Love |
"Kembali lagi bersama Vidi di acara BEGU, Boleh Dengerin Lagu. Gimana kabar kalian hari ini? Buat yang baru pulang sekolah, selamat menikmati makan siangya. Buat yang baru pulang kerja selamat menikmati istirahat. Aku akan menemani kalian selama tiga jam ke depan. Aku harap kalian gak akan bosan ya. Gerimis sore ini tuh kayak minuman dingin yang menyegarkan tenggorokan. Semoga suasana hati kalian se-segar cuaca di sore ini."
"Ah ya, dengan aku si gadis cantik juga akan menemani kalian loh. Siapa lagi kalau bukan Larasati."
"Oh ya Kak Laras, gimana kalau ada yang mau request lagu dan kirim pesan nih.."
"Iya Vidi, kalau ada yang mau kirim pesan atau request lagu kirim aja SMS ke nomor 082XXXXX. Kita tungguin ya. Sembari menunggu request dari kalian kita puterin lagu dari Westlife yang berjudul My Love."
"Buat kalian yang lagi berbunga-bunga, jangan lupa siram hati kalian dengan kebahagiaan karena ada saatnya bunga itu layu. Stay tune!"
Lagu itu terdengar begitu syahdu menemani cuaca dingin akibat hujan. Avius mengambil jaket hoodie nya sembari menunggu satu lagu itu selesai. Saat melirik kantong jaket itu ia mendapat sebuah kertas. Ada tulisan di sana.
"AV, PUTERIN LAGU WAY BACK INTO LOVE. AWAS KALO GAK DIPUTERIN!!"
Avius tersenyum mendapat pesan itu. Lagu dari film berbau musical itu memang sangat bagus. Walau lagu itu termasuk lagu jadul tapi jika didengar maknanya sangat dalam. Avius langsung bergegas karena lagu yang baru saja di putar hendak berakhir.
"Vid, ada lagu lagi gak? Buat diputerin terakhir. Atau ambil dari SMS aja?" tanya Laras saat waktu hendak menunjukkan untuk berpisah.
"Astaga aku lupa. Aku ada lagu yang mau di puter kak. Bentar aku cari sendiri."
"Jangan sampai kelewat. Aku ngambil minum dulu."
Avius mencari lagu itu ditumpukan playlist di komputer nya. Sangat jarang orang yang merequest lagu itu. Akhirnya ia menemukannya.
"Finally!!"
"Udah belum?"
Avius mengangguk.
"Tak terasa waktu kita sudah mau berpisah aja ya. Ini adalah lagu terakhir untuk hari ini."
"Lagu dari Drew Barrymore dan Hugh Grant yang berjudul Way Back Into Love. Lagu ini bercerita tentang kita yang mungkin menunggu datangnya cinta tapi yang terjadi malah tak sesuai ekspektasi. Buat kalian yang sedang menunggu doi, terlibat cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta dalam hati, percayalah bahwa apapun yang terjadi, ujung dari hidup kalian akan menemukan jalan kembali pada cinta yang sejati. Aku Vidi....."
"Dan aku Larasati..."
"Sampai jumpa lagi. Have a nice day!!!"seru mereka berdua serempak.
Lagu itu diputar dengan nada yang menenangkan. Lovi yang sedang tidur dengan bantal di kepalanya merasa tenang. Hujan dingin tak begitu terasa. Rasa hangat semakin menyelimuti. Lagu yang Lovi dapat dari menonton film Music & Lyrics di laptop teman sekamarnya itu sangat mengena. Kadang ia ingin menonton lagi tapi segan meminjam laptop itu. Ia hanya bisa mendengar sountrack nya sesekali jika radio memutarkannya.
Saat bintang menolak untuk bersinar, rasa kesepian datang dan hati yang kosong menjelma, maka percayalah. Percayalah bahwa akan selalu ada jalan kembali untuk cinta.Jika kau membuka hatimu semoga ada dia di sana yang kembali untukmu.
Saat sayup-sayup halusinasi datang, muncullah skenario dimana Lovi bertemu lelaki tampan yang kaya. Lelaki itu bisa membuatnya makan enak setiap hari, hidup mewah dan tak perlu bekerja. Halusinasi itu berhenti seketika.
"LOVIIIII, CUCI PIRINGG!!"
Teriakan yang membuat Lovi tersentak dan sadar bahwa hidup menyedihkan itu memang nyata adanya.
"Iya tan!!!" balasnya sambil bergegas ke dapur untuk mengambil piring yang menumpuk. Ia begitu heran dengan manusia di rumah ini, kenapa royal sekali mengotori piring. Tak bisakah satu piring untuk satu hari? Mencuci piring benar-benar membuat stress berkepanjangan. Ia mengangkat piring di dalam ember itu ke kamar mandi tempat pencucian piring. Tak ada wastafel untuk rumah sederhana. Ia mengangkatnya sekuat tenaga.
"Lov, jadi ikut gak?"tanya Josen yang datang sambil makan buah apel di tangannya.
"Astaga, aku lupa. Tunggu ya Jos, aku cuci piring dulu."
"Buru ya. Mumpung hujan reda nih."
Ia buru-buru mencuci piring yang jumlahnya tak terbatas itu.
"Ah ya, aku juga mau ketemu cewek."
"Hah? Lagi?"
"Kemarin itu gak jadi. Jadinya hari ini."
"Anak mana?"
"Anak SMK 2. Fotonya di f*******: cantik banget. Semoga aja sesuai ekspektasi."
"Terserah mu deh."
"Oh ya, aku masih penasaran. Kenapa kau begitu tertarik sama Adong? Kau suka dia?"
"Tertarik? Suka? Engga mungkin."
"Ceritanya, kau berkorban hidup dan mati buat harga dirinya. Aku seumur-umur tak pernah kau perlakukan begitu Lov."
"Kau cuma tidak menyadarinya aja Jos. Aku emang terkenal baik."
"Uekkk, rasanya mau muntah."
"Hmmm,,, sebenarnya aku dapat banyak bantuan dari dia. Ya, semenjak kita berkebun jagung."
Waktu itu tak sengaja Adong tahu bahwa Lovi kehilangan uang mingguannya. Uang yang jadi kebutuhannya setiap minggu itu raib ketika ia pulang sekolah. Ia butuh uang itu untuk membeli buku Bahasa Perancis. Sungguh sial karena sepertinya uang itu jatuh di jalan. Sepanjang jalan ia mencari-cari dimana uang itu jatuh. Ia takut meminta lagi pada orangtuanya karena pasti ujungnya akan dimarahi. Disaat yang sama, Adong sedang motoran dengan teman-temannya.
"Hey, ngapain?"
"Hah? Aku,,,aku gak apa-apa. Pergi aja sana."
Bukannya pergi, ia malah menghentikan laju motornya. Motor teman-temannya sudah pergi mendahului.
"Kau nyari apa Lov?"
"Aku,,,,, aku kehilangan uang."
"Dimana? Aku bantu nyariin."
"Aku gak tahu. Tapi kayaknya di sepanjang jalan dari sekolah ke rumah."
Adong menemani Lovi mencari tapi tak kunjung ketemu. Ada kemungkinan bahwa sudah ada orang yang menemukannya.
"Sorry ya, kau jadi capek Dong."
"Emang itu uang apa? Jangan bilang duit jajanmu?"
Lovi mengangguk. Adong langsung membuka dompetnya dan memberikan sejumlah uang yang hilang pada Lovi. "Ini aku pinjamkan. Kau bisa kembalikan kalau sudah punya uang."
"Eh tapi..."
"Gapapa, kita kan teman Lov. Aku pergi ya!!"
Waktu itu Lovi sadar bahwa teman itu tak semata-mata hanya sekedar orang yang bersama kita saat di sekolah. Kadang hidup kita bisa ditentukan oleh teman. Keberhasilan hingga nasib baik bisa saja dipengaruhi oleh teman. Apalagi Lovi yang jadi pintar matematika karena bantuan Aya, Lovi yang dikenal orang karena Josen dan Lovi yang punya kenalan di radio kota. Hidupnya tak bisa lepas dari pengaruh orang lain.
Josen mengenakan celana jeans dan kaos hitam. Rambut yang tadinya tak beraturan, kini sudah di beri pomade agar teratur. Lovi yang pakai celana pendek dan kaos big size hanya bisa pasrah berjalan bersama cowok itu. Mereka seperti handsome and the beast couple. Miris tapi nyata.
"Loyal XP kan? Aku akan tiba di sana dalam 30 menit."ucapnya hendak berpisah jalan dengan Lovi.
"Ya ya, semoga berhasil."
Lovi berjalan menuju Loyal XP. Ia akan mencari tugas yang harus di ketik dan di print. Tugas itu akan dikumpulkan besok. Pelajar di zaman ini masih sering menggunakan sistem deadline dalam mengerjakan apapun. Jika tidak terjepit maka bermalas-malasan adalah pilihan tepat.
Lovi hampir sampai ke tempat itu. Ia kaget akan kehadiran Josen yang masih terengah-engah. Ia berlari kencang hingga bisa menyusul Lovi.
"Jos, kau kenapa sih, kayak dikejar setan?"
"Ah aku menyesal."
"Kau kan baru aja ketemu gadis impianmu."
"Sial, ternyata dia jauh banget sama yang di f*******:. Aku cuma lihat dia dari jauh, habis itu kabur."
"Hahaha, parah! Kasihan dia nungguin."
"Tenang, aku udah SMS bilang gak bisa datang. Ah,, sekarang banyak banget foto palsu di Facebook."
"Kau saja yang bodoh. Baru-baru ini banyak yang di culik gara-gara kenalan di Facebook."
"Aku gak mungkin di culik Lov. Kalau kau mungkin iya."
"Tenang, aku gak bakal pakai cara murahan buat nyari cowok."
"Jangan bilang kau masih suka sama Raga?"
"Dia itu alasanku kenapa malas nyari cowok. Dia cowok berengsek sama kayak kau."
"Hah? Kenapa aku juga sih?"
"Dengan ninggalin cewek tadi, sama aja kau juga berengsek Jos."ucap Lovi tegas. "Bang, satu jam ya."ucapnya pada penjaga warnet.
Josen tak peduli ucapan Lovi. Iya memesan tempat juga untuk satu jam. Menikmati saat-saat seru dengan akun f*******: dan situs pencarian.