.25. Josen Pacaran

1342 Kata
_____Kita, seperti kertas kosong yang diisi penuh_____  _________Kita, bak nilai ujian yang mencapai sempurna________  Tak terasa, ujian sudah berakhir. Ujian akhir ini akan jadi penentuan kenaikan kelas. semester ganjil terasa seru karena setelah ujian, murid hanya perlu menunggu sambil berfoya-foya. Mereka harus tetap datang ke sekolah meskipun hanya tiduran. Beberapa hari lagi akan ada acara Pensi sebagai perpisahan murid kelas 12.  "Kenapa anak IPA gak kayak anak IPS ya? Mereka tuh antusias banget buat ikut acara Pensi."seru Josen ketika itu. Ia, Lovi, Aya dan Avius sedang bercengkrama ketika semua orang sibuk keluar masuk kelas.  "Jelas aja, mereka kan bertalenta di bidang itu."balas Aya.  "Iya Jos. Mereka pintar menari, menyanyi dan punya percaya diri tinggi. Beda sama teman sekelas kita yang kerjanya melototin buku pelajaran."ucap Lovi menanggapi.  "Jangan-jangan si Adong bakal nari lagi?"tanya Aya saat ia ingat waktu hari guru dulu.  "Engga Ay, kemarin dia bilang udah gak punya tenaga buat hal begituan. Apalagi cuma untuk memeriahkan acara kakak kelas."  "Iya juga Av, gak penting banget sih!"  "Guys, gimana kalau kita yang ngasih kejutan sekarang?"seru Josen tiba-tiba.  "Kejutan apaan?"tanya Lovi.  "Kita ikut acaranya Lov. Ngasih tunjuk sesuatu yang bagus gitu."  "Kita gak punya keahlian di bidang itu!"  "Iya juga sih. Sebenarnya aku bisa nyanyi."  "Josen, jangan kepedean. Suaramu yang pas-pasan itu gak sebanding sama suara anak kelas lain."  "Eh Jos, Adong di mana? Gak mau kesini?"tanya Aya tiba-tiba.  "Aku udah SMS sih. Tapi katanya dia ada urusan. Kenapa Ay? Kangen?"  "Hah? Apaan kangen? Gak sudi!!"  "Kenapa gak sudi coba? Aku aja kangen sama dia. Udah lama gak ketemu."ucap Lovi sambil membaca novel ditangannya. Novel yang ia pinjam dari teman sekelas yang menciptakan bisnis di lingkup sekolah yang kecil ini. Novel itu dipinjamkan dengan bayaran beberapa rupiah. Ia mengoleksi banyak novel dan ini kesempatan untuk menghasilkan uang. Lovi mau saja membayar karena memang sangat suka membaca teenlit dan cerita-cerita romantis.  "Tuh kan, kau jangan bilang gak sudi tapi nanti tiba-tiba jatuh hati."ledek Josen.  "Mulai deh ngomongin yang gak penting!"  Semua berlalu seperti angin yang berhembus di malam hari yang dingin. Di antara mereka seperti tak ada yang berhasil. Di tempat lain, Adong sedang duduk bersama Herdi sambil melihat latihan teman-temannya yang akan tampil di Pensi minggu depan. Adong sedang tak ingin terlalu sering bertemu Aya. Ia bisa lupa diri, lupa bahwa Aya tak sepeduli itu padanya. Mereka hanya manusia yang dipersatukan oleh persahabatan. Sulit untuk menerima hal itu dan ia hendak melarikan diri. Walau Josen mengirimkan SMS lagi agar ia datang ke kelas 11 IPA 1, tapi ia bilang tidak bisa. Hatinya tak siap. Butuh waktu untuk menghadapi sesuatu yang tak kau inginkan.  "Keren banget ya! Gimana gak ngehits kalau tariannya gitu."puji Herdi sesaat setelah kumpulan penari di depan menyelesaikan latihannya.  "Tapi yang lebih keren adalah kostum mereka Her. Mereka pakai rok pendek yang seksi dan baju ketat nanti."  "Tahu dari mana sih? Bukannya dilarang?"  "Tahu dong. Tadi aku gak sengaja lihat bungkusan plastik yang mereka bawa. Dilarang apanya sih? Kalau mereka anak SMA 2 ya pasti dilarang. Tapi sekolah kita ini tak punya kendali untuk itu."  "Paling juga pakai stocking."  "Ya iya. Tapi tetap aja menggoda iman."  "Otakmu ternyata busuk ya Dong. Kau pikirkan tuh cewek yang kau suka. Kalau dia tahu sifatmu begini, dia akan langsung muntah."  "Huhhh,,,, menyebalkan!"  "Sepertinya tak berhasil."  "Ya benar. Tak ada yang berhasil di antara kami."  "Usaha berbanding lurus dengan hasil!"  "Tapi usaha yang salah arah tak akan memiliki hasil yang benar."  "Kau bisa coba cara licik untuk membuatnya jatuh cinta padamu."  "Coba katakan. Ya, meskipun aku tak terlalu tertarik."  "Kau bisa kirimkan pesan cinta padanya setiap hari. Kebanyakan cewek, suka romantisme dunia. Perasaannya bisa mendahului logikanya."  "Gimana caranya? Kalau aku mengiriminya SMS tiap hari, dia bisa berpikiran aneh tentangku. Dan mungkin saja dia jadi tak nyaman."  "Aku punya cara keren. Akan kuberitahu jika kau mau. Tapi kasih aku imbalan!"  "Jangan membual!"  "Terserahmu aja. Banyak jalan menuju ke roma."  Atas saran baik dari Herdi, Adong mencoba peruntungan baru. Ia bekerjasama dengan Avius untuk mengirimkan pesan cinta untuk Aya di radio. Ide ini terkesan sangat kuno, tapi untuk menghadapi cewek itu langsung, Adong tak punya nyali. Ia ingin mencoba meski tak berguna. Hidup memang sekonyol itu.  "Sebuah pesan untuk Aya dari pengagum rahasiamu. Jatuh cinta itu tak mengenal kriteria."  Itu adalah pesan pertama yang Adong kirimkan dengan nama anonim. Ia mengirimkan pesan-pesan lainnya setiap minggu di acara Sayang Dengan Kata.  "Aku merindukanmu, bukan atas nama kemanusiaan tapi atas nama hati yang mencintai."  "Aku bisa melakukan apa saja, demi balasan rasa yang jauh di sana."  "Cahaya bisa membuat gelap menjadi terang. Begitu juga aku, aku bisa membuat kehampaan jadi rasa cinta."  Begitulah acara Sayang Dengan Kata menjadi acara yang ditunggu-tunggu banyak orang. Waktu berlalu, Aya tahu siapa orang dibalik nama anonim itu. Walau ia tahu, ia tak berani menggubris. Ia berusaha menutup mata. Orang-orang mulai membicarakannya, meski mereka tidak tahu Aya yang dimaksud adalah Cahaya Viovonny. Mereka juga semakin mencintai manusia dibalik nama Vidi. Fansnya semakin membludak. Surat-surat yang diterimanya semakin banyak dan tak terhitung jumlahnya. Bahkan diantara para fans itu berhasil membuat akun Fanbase di f*******:. Mereka sibuk membicarakan tentang Vidi. Muncullah beragam spekulasi siapa Vidi yang sebenarnya? Apakah dia anak SMA 2? Ataukah dia anak SMA 1? Bisa saja dia sudah lulus sekolah. Tak ada yang tahu tentang kebenaran itu. Hingga sebuah akun tanpa identitas real memberikan komentar di akun Fanbase itu. Fanbase yang diberi nama Vidiers.  Andsx: Aku tahu, dia anak SMA N 1 Nestapa.  Felicia : Benarkah? Jangan membual!  Andsx : Aku yakin 100%. Coba cari tahu sendiri, sebenarnya aku sudah tahu. Tapi aku tak mau membocorkannya begitu saja.  Diandra : Apa dia temanmu?  Jeje: Hey Andsx, kau anak SMA 1 juga?  Lovi yang sedang berada di bilik nomor 5 geleng-geleng kepala. Sangat berbahaya jika orang dibalik nama Andsx itu mengungkapkan yang sebenarnya. Dia mulai membuka akun itu, tapi hanya ada foto kucing di akunnya. Foto kucing itu juga diambil dari internet.  "Ay, bahaya ini. Gimana coba si Avius. Kalau sampai ketahuan kasihan dia."ungkap Lovi pada Aya yang baru saja tiba dengan dua ice cream ditangannya. Ia memberikan rasa coklat pada Lovi.  "Itu dia beneran tahu apa cuma akting? Jangan terlalu percaya Lov."  "Iya juga sih. Nanti deh aku tanya Avius. Segar banget nih ice cream. Rasanya tenggorokan jadi lega."  "Ngomong-ngomong, kau kapan pulang?"  "Pulang ke rumah? Habis pembagian raport besok."  "Pulangnya bareng Josen?"  "Engga. Katanya dia ada urusan. Aku pulang sendiri deh."  "Dia mau ngapain sih? Sok sibuk amat."  "Biasalah anak cowok, kerjaannya ada aja. Aku deg-degan besok gimana. Semoga nilaiku gak busuk-busuk banget."  "Mulai deh berlebihan. Santai aja Lov."  "Iya deh. Eh, gimana sama secret admirer itu? Kau udah tahu belum dia siapa?"  "Hah? Ehmm, be...belum tahu Lov."  "Aneh gak sih. Avius juga bilang gak tahu. Kau gak berniat minta nomornya dari Avius? Ya, biar kau bisa jebak dia."seru Lovi sambil tertawa membayangkan jebakan batman itu.  "Eh, gila ya. Entar ajalah. Aku gak terlalu penasaran."  "Kalau aku yang menerimanya, aku akan cari tahu sampai dapat Ay. Penasaran gak sih?"  Aya sudah tidak berada di level penasaran itu. Ia tahu dengan jelas siapa orang itu, ia hanya tidak mau Lovi tahu. Ia sedang berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini. Tak baik menambah peran orang lain dalam hubungan tak jelas itu. Ia yakin Adong juga tahu tentang semuanya. Mereka sama-sama tahu tapi memilih untuk berdiam.  Keributan menyerang warnet Loyal XP. Bilik nomor empat yang berada tepat disebelah bilik Lovi kedatangan gadis-gadis yang suaranya menggelegar sampai ke langit ke tujuh. Lovi dan Aya seperti manusia yang baru saja menyaksikan keajaiban dunia.  "Josen benar-benar keren sih. Sebegitunya loh!"  "Aku gak habis pikir. Diakhir kelas 11 ini ada couple baru yang tercipta."  "Duh, kapan aku punya kisah kayak mereka. Pernyataan cinta di depan umum dan disaksikan oleh semua orang."  "Sejarah tercipta hari ini."  "Tapi-tapi, bukannya ada gosip yang bilang Josen tuh dekat sama Lovi ya?"  "Lovi siapa?"  "Lovitha Rasella. Cewek anak IPA 1 juga. Dia sering banget sama Josen. Aku tuh kadang mikir mereka pacaran."  "Ohhhh Lovi yang itu. Engga, mereka tuh temenan doang.  "Syukurlah. Mereka sangat gak cocok. Kalau Josen dan Debora, benar-benar pasangan sempurna. Cantik dan tampan." 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN