Biani, Setelah Laith keluar dari rumah sakit, hari-hariku bersama dia semakin menyenangkan. Tapi yang membuat kesal, Laith tidak mau lagi melakukan semua kegiatan yang aneh. Cuma sebatas ciuman dan pelukan. Kadang aku lihat dia sampai keringat dingin menahan diri. Malam ini hujan sangat deras, aku berharap besok hujan segera reda karena kami janjian kencan di salah satu restoran bebek bakar yang terkenal. Laith mau mentraktirku, dia selalu saja membuatku kagum. Ternyata Laith rajin menulis artikel di salah satu platform baca dan dia ditawari untuk menerbitkan e-booknya. E-booknya begitu laris di pasaran. Di sekolah, Laith jadi makin terkenal dan guru-guru menyuruh kami membeli e-book Laith. Semua memuji kejelianku menjadikan Laith seorang pacar ketimbang anak laki-laki lain. Laith ta

