Laith, Mataku melihat tubuh Biani berbalut pakaian renang one piece bewarna Dark Blue itu, pipinya memerah. Mungkin karena malu, karena matahari tidak menyengat sore ini. Aku sendiri sudah tenggelam sebatas d**a, bikini dan celana renang yang sudah kami pilih bersama tadi. Biani seperti biasa terlihat sangat cute. Aku tidak bohong, dia menggemaskan, lucu. Semua yang ada pada dirinya, aku sangat suka. Sebenarnya kalau Biani tidak berbuat hal licik padaku, aku yakin kalau dia adalah cinta pertamaku. Cinta pertama di saat kami sama-sama remaja. Tidak terlupakan, namun sangat menyakitkan. Bukankah, seharusnya kami bersenang-senang? Tetapi pikiranku kalut, aku juga merasa emosi menguasai jiwaku. "Laith, pegangin aku." Biani masih dengan sifatnya yang tukang perintah, mungkin sifat itu tak

