Hati yang Sakit Apa Obatnya?

1075 Kata

Laith, Biani mengambilkan aku handuk, kemudian mengelapi rambutku. Hei? Apa dia lupa kedudukannya? Mana ada seorang nona mengurusi b***k sampai sedemikian. Aku sangat kedinginan tapi lebih dingin hatiku. "Laith. Kamu mau coklat panas?" Dia bertanya dengan mimik wajah khawatir. Dia memang imut, tapi dia tegaan. Aku lelah secara fisik dan perasaan, ketika Biani keluar dari kamar aku berbaring di tempat tidur Biani yang lembut. Kenapa kamu memperlakukanku begitu? Lebih baik kamu menyiksaku seperti dulu. Lebih baik. Itu lebih baik ketimbang saling membalas sentuhan dan perhatian tapi tau itu hanya kebohongan. Aku memejamkan mata, ku rasakan belaian tangan di keningku. "Kamu tidur?" Dia mendesah, suaranya berbeda sekali. Biasanya pemarah dan sok memerintah, sekarang dia sangat lembut. Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN