Biani, Aduuhhh malu sekali, aku...kenapa aku keceplosan? Habis aku...sudah aku sangat malu. Aku melihat Laith dengan gugup, semoga dia tidak mengetahui kalau aku sangat gugup sampai mau pingsan. Semalam lagi-lagi kami tidak jadi melakukannya, tidak apa, Laith bilang minggu depan. Benar juga aku terlalu terburu-buru, aku ingin cepat-cepat menjadikan Laith milikku, astaga aku jadi ketahuan. Harusnya memang suasananya romantis, fiuhhh aku jadi nggak sabar menunggu minggu depan. Aduh otakku parah sekali, habis bagaimana lagi aku takut Laith diambil oleh cewek lain. Setelah melakukan itu aku yakin Laith tak bisa lepas lagi dariku, Laith orang yang baik dan bertanggung jawab. Aku mandi cepat-cepat tanpa menunggu Laith dan aku bergegas ke meja makan untuk sarapan, untunglah Kak Zahra di sana d

