Laith, Akhirnya weekend romantis menjadi romantis dalam arti sesungguhnya, berbincang dan bersentuhan dengan mesra bersama Biani sepanjang malam. Menurutku itu adalah keintiman yang sesungguhnya. Aku menuju meja makan untuk sarapan, melihat Biani dengan seragam sekolah tersenyum manis duduk mengelilingi meja bersama keluargaku. "Kakak ipar numpang sarapan." Lian nyeletuk, aku melihat ibuku tertawa sambil menyiapkan Mie Goreng. Sedang Biani tersipu malu. "Laith, kamu sudah beli helm?" Ibuku bertanya aku mengangguk dan menarik kursi di sebelah Biani. "Helm bawaan motornya jelek." Leona berkata. "Laith, apa kamu ke sekolah naik motor?" Biani bertanya. Aku mengangguk. "Bang Laith jadi pendiam karena ada kakak ipar." Sambil menyuap mie goreng ke mulut, Lian berkata lagi. Ibu memarah

