Biani, Waww! Setelah tubuhku terhempas di atas ranjang, Laith segera menimpa tubuhku. Aduh aromanya makin menghanyutkan. Seketika aku tidak bisa marah lagi, terus terang aku jadi malu saat Laith bilang dia tidak perlu percontohan untuk melakukan itu? Apa dia serius, atau? Dia hanya ingin membuatku senang kemudian menjatuhkan aku lagi? Terkadang pemikiran orang pintar sukar ditebak. Jadi apa sekarang kami akan melakukannya? Ngomong-ngomong boleh tidak ya seorang b***k melakukan hubungan dengan nonanya? Fiuhhh Laith kan bukan b***k beneran hanya ala-ala, lagian ini juga zaman modern. Mataku seolah ingin melotot. Laith membuka kancing kemejanya dan aku melihat d**a juga perut yang rata, belum ada bentukan di sana, maklumlah namanya masih muda. Tapi aku terpesona tuh dengan badannya Lait

