Terpaksa Mengalah

1176 Kata

Laith, Mataku begitu jelas melihat dalam keremangan lampu cafe, sebelah pipiku berada di pangkuan Biani dengan tangannya di tengkukku. Kemudian aku melihat seseorang datang dan memanggil namaku, Jasmine. Ya itu adalah Jasmine. Astaga kenapa dia harus muncul di sini? Matanya berkaca. Aku menahan nafas. Aku paling tak suka melihat wajah sedih dan menangis seseorang. Aku berhasil meraih tas Biani, dan aku merasa tubuh Biani menegang. "Apa yang kamu lakukan di sini?" Dia bertanya lagi dengan suara tersendat. Mengingat kisah kami di masa lalu, aku rasa sangatlah wajar dia merasa gugup. "Oh itu." "Siapa kamu?" Biani segera memeluk lenganku. Aduh, aku melihat wajah Jasmine yang menegang merah. "Laith, aku mau bicara denganmu," kata Jasmine. Aku mengangguk, Biani menarik tanganku. "Dia tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN