Malam yang Mesra

1008 Kata

Biani, Aku nggak bisa tidur. Mengerikan, lingkungan baru dan suasana baru. Tapi mengetahui Laith ada di sebelahku, begitu dekat. Aku berusaha untuk memejamkan mata. Ternyata cinta itu sulit. Butuh pengorbanan. Fiuh...Aku membolak-balikkan tubuhku. Rumah ini cuma satu lantai, lagi pula dari pintu depan ke pintu belakang tidak terlalu jauh. Di New York sekarang jam sembilan pagi, kalau aku menelpon mommy sedang sibuk atau tidak, ya? Memikirkan bagaimana Laith pergi tadi aku merasa sedih, tapi sekaligus tenang. Laith cuma kaget, dia tidak marah. Dia pergi setelah memelukku erat. Cuma... sekarang aku merasa sangat kesepian. Aku menatap boneka singa kemudian mencolek hidung singa. Hadiah yang kuterima dari Laith sangat berharga. Laith tidak perlu membelikan aku barang-barang yang mewah dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN