Biani, Alarm berbunyi, sudah jam enam pagi. Malas bersekolah. Hujan telah berhenti. Kasurku terasa hangat, aku sendiri tidur dengan nyenyak. Bahkan hanya mimpi dipeluk Laith saja, bisa tidur seperti orang mati. Demamku sudah turun, matahari pagi bersinar hangat. Semua berlalu seperti mimpi. Malas sekolah, aku berpikir lagi. Eh tapi, hari ini aku harus mengatakan pada Laith kalau aku nggak salah. Aku jadi bangun dan mandi cepat-cepat, ponselku ke mana ya? Bahkan di telepon juga tidak aktif. Wuah aku baru teringat kalau kemarin aku menitipkan di pouch Steffi. Pastilah Steffi juga melupakan. Setelah memakai seragam dan jam menunjukkan pukul tujuh. Aku pergi ke sekolah bersama supir, pak supir bertanya apa aku sudah sehat. Aku mengangguk. Di dalam mobil aku tidak bicara karena memikirkan

