"Ayah,", Sofia memanggil ayahnya yang sedang duduk di taman belakang dengan kursi rodanya. "Nak, kamu datang.", senyum lemah ayah Bram membuat Sofia menatap sendu. "Maaf yah, aku baru datang jengguk ayah." "Ayah tahu nak, kamu banyak masalah kemarin. Dan kemarin pun, nenek juga membuat masalah denganmu. Tapi kau dan Samu mau mengantar nenek ke rumah sakit. Terima kasih, nak. Kamu masih mau berbesar hati.", ucap ayah Bram dengan senyum lemah. "Yah, bagaimanapun beliau adalah nenek Sofi. Jadi Sofi punya kewajiban untuk mengantar nenek." "Hatimu sama dengan ibumu.", ayah Bram mengelus kepala Sofia yang duduk disamping kursi roda ayah Bram. "Terima kasih, yah.", senyum tulus Sofia mengembang. "Buat apa, nak?" "Karena masih menyimpan ibu dalam hati ayah." "Ibumu akan selalu ada dalam h

