Sofia terdiam di sofa yang dia duduki. Dia bingung harus bagaimana. Dia takut, ya secara pria di hadapannya yang melukai suaminya. Tapi pria di hadapannya juga yang dulu selalu menyelamatkan dirinya. Pria yang selalu ada untuk dirinya. Dan dulu dia bersyukur kalau pria ini ada dalam hidupnya. Ya, Pratama menyamar menjadi supir taksi yang dinaiki oleh Sofia. Sofia baru sadar saat mobil itu berjalan berlawanan arah dengan rumah sakit, dan saat dia menyadari dia tahu bahwa yang membawa mobilnya adalah Pratama. Sofia mau turun pun tidak bisa, tapi dia menyakini bahwa pria yang dia kenal itu tidak akan melukai dirinya. "Kamu tidak banyak berubah, Sof. Hanya sedikit lebih gemuk.", Pratama menatap Sofia dengan senyum yang sama. "Aku mohon kak, aku ingin pulang." "Kamu ga kangen aku, Sof?",

