"Non, istirahat ya. Nanti besok pagi kita ke rumah sakit lagi ya.", ucap Maya sambil menarik selimut. "Mbak kalau mas Samu bangun, atau ada info apa dari rumah sakit info aku ya." "Iyah non." Sofia mencoba untuk memejamkan matanya, namun pikirannya jauh melayang ke suaminya yang terbaring di rumah sakit. Sofia mulai mengingat semua kisah mereka. Jujur dalam hatinya selalu takut, dia takut ditinggalkan kembali. Pertama ayahnya pergi, lalu ibunya, orang yang pernah disukai kak Tama, dan sekarang dia tidak mau ditinggalkan lagi. Airmatanya menetes bila harus berpikir seperti ini. Sofia bangun perlahan, terlihat Maya tertidur lelap. Sofia prrlahan menyambar sweater ya, lalu mengendap keluar. Lalu melihat ke halaman, orang Hendy sedang berjaga. Dia berpikir sejenak, lalu dia ingat pintu b

