"Mbak Maya!", Sofia sudah memasuki ruang rawat Maya saat Maya sadar. Ruangan yang bersebelahan dengan Samudera membuat Sofia lebih leluasa untuk keluar masuk kamar dua orang yang dia sayangi itu. "Non hati- hati.", Maya menjadi khawatir melihat Sofia setengah berlari memasuki kamar rawatnya. "Mbak Maya yang tidak hati- hati! Masa mbak Maya yang terluka?! Kenapa mbak malah selalu jadi pelindung aku?!", omel Sofia. Jujur dia kaget saat Maya ada dihadapannya saat itu dengan berdarah. Yang dia tidak habis pikir, bagaimana seorang Tama yang dulu sangat melindungi dia, bisa menembakkan peluru ke arahnya. Meski yang dia dengar Tama tak sengaja menembakkan senjata itu ke arah Sofia. "Saya kan memang harus menjaga non. Itu tugas saya loh, non. Masa non dalam bahaya, saya diam saja." "Tapi buk

